**Borneonews - Jakarta**, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa isu mengenai keretakan hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, diproduksi dengan sengaja oleh pihak-pihak tertentu. Tujuan dari pembuatan isu ini adalah untuk menciptakan kesan bahwa terdapat perbedaan pandangan di antara kedua pemimpin tersebut.
Dalam penjelasannya di Kompleks Parlemen Senayan, Muzani menegaskan bahwa komunikasi antara Jokowi dan Prabowo sebenarnya berjalan dengan sangat baik. Ia menjelaskan, "Saya harus katakan bahwa komunikasi Pak Prabowo dan Pak Jokowi sangat baik, sangat lancar." Hal ini menunjukkan bahwa hubungan keduanya tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif yang beredar di luar.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kedua pemimpin telah melakukan komunikasi intensif setiap harinya. "Bahkan saya catat dalam minggu-minggu ini, komunikasi itu sehari bisa dua kali ketemu, untuk hal yang penting sampai hal-hal yang sifatnya ringan dikomunikasikan," tambah Muzani.
Menariknya, Presiden Jokowi juga diperkirakan akan menghadiri acara penutupan rapat pimpinan nasional Partai Gerindra yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 31 Agustus. "Pak Prabowo meminta Pak Jokowi hadir di penutupan Rapimnas, dan Pak Jokowi menyanggupi, InSya-Allah akan hadir," ungkapnya.
Sebelumnya, pada 27 Agustus, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa isu keretakan antara Jokowi dan Prabowo tidaklah benar. "Tidak benar sama sekali. Pak Prabowo sebagai presiden terpilih dengan Pak Jokowi sebagai presiden yang masih menjabat hari ini hubungannya sangat baik, sangat mesra," ujarnya dengan tegas di Istana Kepresidenan.
Di sisi lain, pada 26 Agustus, Staf Khusus Presiden, Juri Ardiantoro, juga menyoroti bahwa pernyataan mengenai keretakan hubungan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto merupakan suatu bentuk provokasi yang ditujukan untuk mengganggu stabilitas pemerintahan. "Jika ada upaya mengadu domba dengan nyata-nyata mengatakan hubungan Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih saat ini retak, adalah upaya mengganggu agenda keberlanjutan pemerintahan," ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga komunikasi yang baik antara pemimpin negara guna menghindari misinformasi yang dapat merusak hubungan di tingkat atas.
ANTARA
Isu Keretakan Jokowi-Prabowo, Muncul Untuk Memprovokasi Stabilitas
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







