**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Indonesia menargetkan penyelesaian 61 proyek infrastruktur bendungan di berbagai wilayah hingga akhir tahun 2024, sebagaimana diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam acara peresmian Bendungan Leuwikeris di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada hari Kamis, Jokowi menyampaikan, "Bendungan-bendungan yang belum selesai akan dilanjutkan pada tahun depan." Bendungan Leuwikeris merupakan bendungan ke-45 yang telah dibangun oleh pemerintah. Jokowi juga menyebutkan bahwa terdapat delapan bendungan lainnya yang siap untuk diresmikan. "Ada delapan bendungan lagi yang akan segera kami resmikan," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan sektor pertanian. "Air adalah sumber kehidupan. Oleh karena itu, air harus dikelola dengan baik demi kepentingan rakyat, komunitas, dan petani," tegasnya. Bendungan Leuwikeris memiliki kapasitas 81 juta meter kubik dan dibangun dengan anggaran sebesar Rp3,5 triliun (sekitar US$227,23 juta). Rentang anggaran untuk proyek-proyek bendungan biasanya berkisar antara Rp800 miliar hingga Rp1 triliun. Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan Bendungan Leuwikeris, yang mencakup area perairan seluas 243 hektar, memakan waktu selama delapan tahun hingga dapat diselesaikan. ANTARA