SEMARANG –
**Borneonews - Semarang,** Universitas PGRI Semarang (Upgris) telah mengambil inisiatif untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), sebagai persiapan bagi mereka untuk menangani dan mencegah kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Pembekalan ini dianggap sangat penting agar para calon guru dapat memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi isu yang serius ini. Ketua Program Studi PPG Upgris, Aryo Andri Nugroho, menekankan pentingnya pengetahuan mengenai pencegahan kekerasan seksual bagi seorang pendidik. Dalam konteks sekolah, guru memegang peran tanggung jawab yang signifikan terhadap kesejahteraan murid-murid mereka. Dengan maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di dunia pendidikan, masyarakat, termasuk Upgris, menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap masalah ini. "Bekal pengetahuan ini diharapkan dapat diterapkan oleh mahasiswa PPG ketika mereka nantinya sudah berperan sebagai pengajar di tingkat sekolah dasar maupun menengah," ungkap Aryo. Kegiatan pembekalan tersebut dilaksanakan melalui Seminar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, khusus bagi mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2023 Gelombang 2. Sebanyak 375 mahasiswa PPG Upgris turut serta dalam seminar ini, yang menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran untuk Tahun 2023 Gelombang 2. Direktur Pascasarjana Upgris, Harjito, menambahkan bahwa kekerasan seksual tidak hanya terjadi di lingkungan pendidikan tetapi juga sering ditemukan di berbagai sektor publik lainnya. "Untuk itu, menjadi penting bagi calon guru untuk menguasai metode pencegahan kekerasan seksual," tegasnya. Ia juga menyatakan bahwa kegiatan ini berhubungan erat dengan mata uji dalam kurikulum pendidikan profesi guru yang tengah dijalani saat ini. "Setelah mengikuti seminar ini, kami berharap para mahasiswa dapat memahami cara kerja dan upaya pencegahan yang harus dilakukan ketika mereka menghadapi situasi serupa di sekolah," tutup Harjito. ANTARA