MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Sebanyak delapan pasangan calon kepala daerah yang terdiri dari 16 orang di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah memulai tahap pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB pada hari Kamis. Proses pemeriksaan ini dilakukan setelah pasangan bakal calon kepala daerah mengajukan berkas pendaftarannya secara resmi. Seorang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, Zuriati, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini merupakan salah satu tahapan penting yang harus dilakukan setelah pendaftaran. "Begitu berkas pendaftaran diterima, langkah selanjutnya adalah melaksanakan pemeriksaan kesehatan," ungkapnya saat berada di RSUD Provinsi NTB. Pemeriksaan kesehatan untuk peserta pilkada di NTB dijadwalkan berlangsung di RSUD Provinsi NTB, dengan pengecualian bagi peserta dari Kota Mataram yang akan dilakukan di RSUD Kota Mataram. Zuriati menegaskan, "Pemeriksaan di RSUD Provinsi NTB ini ditujukan untuk calon gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota yang bertarung di sembilan daerah di NTB." Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra, menambahkan bahwa total cakada yang menjalani pemeriksaan kesehatan adalah sebanyak 16 individu dari delapan pasangan. Ia memastikan, semua pasangan calon harus mengikuti proses ini, kecuali bagi mereka yang berasal dari Kota Mataram, sudah diatur untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri di RSUD setempat. Proses pemeriksaan kesehatan ini direncanakan berlangsung selama dua hari sesuai jadwal dari KPU. Namun, pihak RSUD Provinsi NTB berusaha menyelesaikannya dalam satu hari juga, sehingga hari berikutnya dapat dilakukan penyerahan hasil pemeriksaan. "Kami ingin menghindari penumpukan pasangan calon lain, mengingat berdasarkan jadwal KPU, pemeriksaan harus selesai pada tanggal 2 September. Proses pemeriksaan membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 12 jam," terang dr. Lalu Herman. Pada tahap awal pemeriksaan kesehatan, setiap pasangan calon diwajibkan menjalani pengambilan sampel darah. Usai pengambilan, mereka diberikan sarapan, mengingat mereka harus berpuasa semalaman sebelum pemeriksaan. "Selanjutnya, pasangan calon akan menjalani pemeriksaan fisik, evaluasi kondisi psikis, serta tes penunjang lainnya," lanjutan dr. Lalu. Para cakada yang mengikuti pemeriksaan kesehatan termasuk beberapa perwakilan dari Kabupaten Lombok Barat (tiga cakada), Lombok Tengah (dua cakada), dan Lombok Utara (satu cakada). Di antara mereka, terdapat dua pasangan calon untuk pos gubernur dan wakil gubernur NTB, yaitu Zulkieflimansyah-Moh Suhaili FT (Zul-Uhel) dan Sitti Rohmi Djalilah-Musyafirin (Rohmi-Firin). Kedua pasangan ini berharap agar proses tes kesehatan yang mereka jalani berjalan dengan baik. "Mohon doa agar semua berjalan lancar," ujar mereka saat memberikan pernyataan kepada wartawan. Sebanyak 122 tenaga medis dari RSUD Provinsi NTB terlibat dalam pemeriksaan kesehatan para calon kepala daerah. Tim medis ini terdiri dari berbagai spesialisasi, termasuk dokter spesialis, perawat, dan tenaga pendukung lainnya. Uniknya, RSUD Provinsi NTB juga membentuk 14 tim dokter spesialis yang siap menangani berbagai jenis pemeriksaan. Pemeriksaan kesehatan yang dijalani mencakup berbagai aspek kesehatan, seperti penyakit dalam, syaraf, mata, urologi, ortopedi, THT, bedah, jantung, obgyn, gigi, serta kesehatan jiwa. Selain itu, pekerjaan ini juga mencakup pemeriksaan narkoba, psikologis, serta penunjang seperti radiologi dan laboratorium. Sesuai dengan petunjuk dari KPU NTB, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan untuk pasangan calon dimulai pada tanggal 29 Agustus dan berlangsung hingga 2 September 2024, bertempat di Gedung Graha Gemilang RSUD Provinsi NTB. Sembilan kabupaten dan kota yang terlibat dalam proses ini mencakup calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima, serta calon Bupati dan Wakil Bupati Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Utara, beserta calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. ANTARA