JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pengamat institusi BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto, menilai bahwa PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) telah berhasil menjadi pelopor dalam penerapan serta pemanfaatan teknologi digital. Transformasi ini bertujuan untuk menjadikan moda transportasi kereta api lebih baik dan lebih diminati oleh masyarakat. Toto menjelaskan bahwa langkah KAI untuk mengadopsi teknologi digital sudah dimulai sejak era kepemimpinan Ignasius Jonan. Pada masa itu, KAI mengintegrasikan sistem pengadaan dalam satu aplikasi *Enterprise Resource Planning* (ERP), yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan komitmen KAI dalam menghadirkan inovasi bagi pelanggan. Lebih lanjut, Toto menyatakan bahwa transformasi digital ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna layanan kereta. Dengan pendekatan yang lebih fokus pada *customer need*, berbagai aplikasi telah dikembangkan untuk mempermudah dan meningkatkan kenyamanan konsumen. Dalam mengelola permintaan penumpang, unit pengembangan bisnis di KAI kini memanfaatkan data survei analitis untuk menginformasikan program dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna transportasi kereta. Di sektor angkutan logistik, Toto menganggap bahwa penggunaan teknologi dan aplikasi digital juga sudah cukup berkembang. Dia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan dalam menerapkan kultur digital di KAI. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Ia menyoroti bahwa aplikasi dan teknologi yang dikembangkan oleh KAI sangat bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan tiket serta menggunakan moda transportasi kereta. Djoko menambahkan bahwa transformasi digital KAI juga berpengaruh terhadap fasilitas layanan di stasiun. Hal ini tidak hanya memenuhi standar pelayanan dasar, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang dalam menangani barang hilang dan saat menggunakan layanan kereta api. Toto dan Djoko sama-sama sepakat bahwa transformasi digital di KAI dimulai dari kepemimpinan Ignasius Jonan dan terus berlanjut di bawah Didiek Hartantyo. Berkat perkembangan aplikasi yang dimiliki, masyarakat kini dapat dengan mudah mendapatkan informasi terkait jenis kereta, jadwal perjalanan, hingga ketersediaan tiket. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi mengantri untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Transformasi digital ini telah menjangkau semua stasiun, baik besar maupun kecil, sehingga setiap penumpang dapat merasakan manfaatnya. Sebagai catatan, KAI juga bersiap untuk mendukung penyelenggaraan ASEAN Railway CEOs’ Conference (ARCEOs’ Conference) ke-44 yang akan berlangsung di Bandung, Indonesia, pada 2-5 September 2024. Mengangkat tema "Driving Sustainability with Digital Innovation," konferensi ini akan membahas pengembangan perkeretaapian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, dengan fokus pada transformasi digital dalam aspek keselamatan dan pelayanan. ANTARA