**Borneonews - Madiun,** Pemerintah Kabupaten Madiun menjalin kerja sama dengan tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menyusun *masterplan* kawasan industri yang akan dibangun di wilayahnya. Hal ini dilakukan untuk merespon meningkatnya investasi yang masuk ke daerah tersebut, di tengah dominasi lahan pertanian.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi, menjelaskan bahwa rencana induk ini sangat penting agar pertumbuhan industri di Madiun dapat berjalan terencana. Kerja sama dengan ITS diharapkan dapat memberikan analisis dan rekomendasi yang komprehensif terkait pengembangan kawasan industri yang tepat.
Data menunjukkan bahwa luas kawasan industri yang direncanakan mencapai 327 hektare, yang terletak di Kecamatan Pilangkenceng. Dengan ukuran kawasan yang cukup besar ini, diperlukan persetujuan legal melalui Peraturan Pemerintah ataupun Peraturan Daerah (Perda) untuk memastikan kepastian hukum.
Sejalan dengan ini, Imam Nurwedi juga menekankan pentingnya komunikasi antara Pemkab Madiun dan DPRD setempat. Hal ini agar pembangunan tersebut tidak terasa mendadak dan semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai rencana pengembangan industri.
Dalam menyusun *masterplan* ini, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian melibatkan enam anggota tim dari Teknik Industri ITS yang dipimpin oleh Iwan Fanani. Sebagai bagian dari kajian, tim juga akan mengunjungi sejumlah daerah yang sudah memiliki kawasan industri, guna mendapatkan wawasan dan referensi yang bermanfaat.
Setelah *masterplan* selesai disusun, langkah berikutnya adalah penetapan pihak pengelola yang akan bertanggung jawab atas pengembangan kawasan industri tersebut. Imam Nurwedi menjelaskan bahwa Pemkab Madiun telah menentukan Kecamatan Balerejo dan Pilangkenceng sebagai lokasi pengembangan industri, sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan serta mendongkrak perekonomian daerah.
Keberadaan jalur transportasi yang strategis, seperti dekatnya dengan beberapa gerbang tol, memberikan Kabupaten Madiun peluang besar untuk mengembangkan kawasan industri. Adanya akses yang mudah menuju pelabuhan dan bandara udara menjadi nilai tambah yang signifikan bagi potensi industri di wilayah ini.
Sebagai langkah selanjutnya, setelah penyusunan *masterplan*, Pemkab Madiun berkomitmen untuk berkolaborasi dengan investor yang berminat mengelola kawasan industri ini, baik itu dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemkab Madiun dalam mengembangkan industri yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
ANTARA
Pemkab Madiun Siapkan Masterplan Kawasan Industri Bersama ITS
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Telur, Cabai dan Sayuran Ludes Terjual di Pasar Murah Kobar
Hingga Malam Hari Tim Damkar Kodam Tambun Bungai Lakukan Pemadaman di Kalampangan
DPRD Palangka Raya Terima Kunjungan DPRD Kotawaringin Barat
Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Pingaran Ilir Banjar
Prabowo Sebut Ekonomi RI Peringkat 7 Dunia
Tertusuk Besi saat Kejar Api di Lokasi Kebakaran di Martapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







