**Borneonews - Sentani**, Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) sangat berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Papua melalui program yang dikenal dengan nama *Papua Cerdas*. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang berkompeten dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Dalam rangka mendukung program tersebut, Pdt. Albert Yoku, selaku Anggota BP3OKP Provinsi Papua, bersama dengan anggota kelompok kerja (Pokja) Agama Majelis Rakyat Papua (MRP), melakukan kunjungan kerja ke berbagai lembaga pendidikan termasuk PAUD, TK, dan SD Bethel Hinekombe di Sentani pada hari Kamis. Kunjungan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memantau dan mengevaluasi perkembangan pendidikan di Papua.
Pdt. Albert menyampaikan bahwa selama dua dekade mendatang, dari tahun 2021 hingga 2041, akan diterapkan Undang-Undang Otonomi Khusus Nomor 2 Tahun 2021 yang mencakup rencana induk percepatan pembangunan dengan fokus pada empat bidang utama, salah satunya adalah *Papua Cerdas*. Ia menjelaskan, program ini mencakup seluruh aspek pendidikan di Papua, yang diharapkan dapat menciptakan generasi emas yang cerdas dan inovatif.
Lebih lanjut, Pdt. Albert menegaskan bahwa pendidikan yang dimaksud mencakup semua jenis penyelenggaraan, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat. Hal ini termasuk lembaga adat, lembaga agama, individu, serta yayasan. Dengan demikian, program Papua Cerdas akan mendapat perhatian serius dari pemerintah, yang berlandaskan pada kerangka hukum yang diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus.
Ia juga menambahkan, BP3OKP berencana melaksanakan rapat penting di Istana Negara Jakarta pada tanggal 2 hingga 7 Agustus 2024 bersama Wakil Presiden RI KH Maruf Amin. Pertemuan ini difokuskan untuk mempercepat kemajuan pendidikan di Papua. Menurutnya, dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyadari bahwa banyak sekolah di Papua beroperasi berkat dukungan yayasan Kristen yang didirikan oleh para misionaris dan gereja.
Di samping itu, Pdt. Albert mengungkapkan, yayasan pendidikan yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun akan mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah pusat. Di antara yayasan tersebut terdapat YPPK, Yayasan Pendidikan Advent, Yayasan Pendidikan Kristen, YPPGI, dan Yapis.
Dengan penetapan tersebut, Pdt. Albert menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap yayasan pendidikan lain di Papua agar dapat juga menerima perhatian yang sama dengan lima yayasan yang telah disebutkan sebelumnya. Ia berharap dukungan yang diberikan kepada yayasan ini akan mencakup pengangkatan guru-guru yang mengabdi sebagai pegawai negeri, serta perhatian yang setara seperti yang diterima oleh sekolah-sekolah negeri.
Kehadiran BP3OKP di tengah masyarakat pendidikan ini merupakan respons atas undangan Pokja Agama MRP. Mereka berharap untuk memberikan dukungan bagi sekolah-sekolah swasta yang berada di bawah naungan yayasan agama, contohnya Yayasan Hillarabo Onomi Fokha. Dalam konteks ini, diharapkan akan ada sinergi yang positif antara pemerintah dan yayasan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di tanah Papua.
ANTARA
BP3OKP Dorong Pendidikan Papua Melalui Program Papua Cerdas
Bagikan:

JAYAPURA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
OJK Gencar Edukasi Keuangan di Kalangan Pemuda Cegah Rekening Dormant
Kemlu Pastikan Seluruh Jamaah Umrah Aman di Tengah Eskalasi Konflik
Ginting Harus Mengakui Keunggulan Richie Duta di Indonesia Masters
Komentar (0)
Memuat komentar…







