BORNEONEWS, Muara Teweh – Sejumlah warga warga RT 03, Jalan Mangkusari Kelurahan Melayu Muara Teweh mendatangi kantor DPRD Kabupaten Barito Utara (Barut), terkait dengan kondisi Pasar Ipu Muara Teweh yang saat ini terkesan semeraut, dan menggangu kelancaran aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut.

Kedatangan masyarakat ke gedung dewan ini diterima oleh Ketua DPRD Barito Utara, Set Enus Y Mebas SE MIP, didampingi Wakil Ketua I, Hj Mery Rukaini SH MIP serta para anggota DPRD lainnya.

Dalam pertemuan di ruang rapat DPRD, terungkap bahwa warga meminta agar pemerintah daerah dapat mengatur atau menata Pasar Ipu Muara Teweh. Aktivitas perdagangan di pasar tersebut, kini sudah menggangu kelancaran lalulintas lantaran banyaknya pedagang berjualan di atas trotoar jalan raya. Ini mengakibatkan jalan di daerah itu menjadi macet dan sulit dilalui para pengendara, terutama bagi kendaraan roda empat dan enam.

“Kami tidak melarang masyarakat yang ingin berdagang, hanya saja keinginan kami agar para pedagang di pasar tradisional itu ditata sehingga tidak menggangu ke jalan raya, sebab jalan ini juga untuk kepentingan masyarakat umum,” kata Hadiansyah Ketua RT 3, Kelurahan Melayu, Muara Teweh.

Menurutnya, pihanya telah beberapa kali meminta kepada para pedagang yang berjualan di trotoar jalan, agar dalam menggelar dagangannya dapat mundur sedikiit ke belakang, atau dagangan tidak lagi digelar di trotoar atau badan jalan raya). Namun permintaan tersebut tampaknya tidak diindahkan oleh para pedagang.

“Karena itu melalui para anggota DPRD ini, kita meminta agar Pemkab Barut bisa membantu mengatur para pedagang yang berjualan di pasar tersebut dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Barito Utara Hasrat mengakui bahwa memang benar untuk pagi hari jalan di Pasar Ipu Muara Teweh, sulit untuk dilalui para pengguna jalan raya seperti mobil. Menurutnya, pihaknya hanya tutup mata saja lantaran berpikir kalau pasar tersebut memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat, dan selama ini juga tidak ada keluhan dari warga yang masuk.

“Namun dengan adanya keluhan ini, maka masalah kemacetan arus lalulintas di kawasan itu akan menjadi catatan DPRD yang nantinya akan disampaikan kepada Pemkab Barut,” katanya.

Menurutnya juga, dewan perlu mengagendakan jadwal pertemuan terkait persoalan Pasar Ipu Muara Teweh ini bersama dengan kantor intansi terkait. Ini guna merumuskan langkah-langkah yang nantinya perlu untuk diambil.

“Dalam pertemuan nanti, juga bisa diundang beberapa orang perwakilan dari para pedagang yang berjualan di pasar tersebut,” tuturnya. (RAMADANI/m)