MEDAN –
**Borneonews - Medan**, PT Pegadaian (Persero) Kanwil I di Medan melaporkan bahwa *outstanding loan* (OSL) telah mencapai sebesar Rp5,95 triliun selama periode Januari hingga Agustus 2024. Sebagian besar angka ini didorong oleh layanan gadai, yang merupakan inti dari bisnis Pegadaian. Dari total OSL tersebut, sekitar 86 persen atau setara dengan lebih dari Rp863 miliar berasal dari layanan gadai. Sementara itu, sisa Rp129 miliar diperoleh dari produk non-gadai. Kepala Humas dan Protokoler PT Pegadaian Kanwil I Medan, Gopher Manurung, menyatakan bahwa dari total OSL yang tercatat sebesar Rp5,96 triliun, kontribusi terbesar disumbangkan oleh produk gadai yakni sebesar Rp4,6 triliun. Selain itu, Gopher menjelaskan bahwa 23 persen dari OSL, yang bernilai Rp1,36 triliun, berasal dari produk non-gadai serta penjualan emas yang mencatat pertumbuhan sebesar 22,5 persen. Pencapaian nilai OSL Kanwil 1 Medan per bulan Agustus ini telah melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Semua wilayah kerja di Kanwil ini menunjukkan kinerja yang positif. Wilayah operasional Kanwil 1 mencakup dua provinsi besar, yaitu Sumatera Utara dan Aceh. Kinerja positif di kedua provinsi ini tercermin dari laporan pertumbuhan OSL yang memperlihatkan tren yang baik. PT Pegadaian Kanwil 1 Medan tidak akan berhenti sampai di sini. Gopher menambahkan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengembangkan layanan baik dalam sektor gadai maupun non-gadai. Hal ini termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (*KUR*) dan pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (*UMKM*) dengan jaminan sertifikat tanah serta BPKB. Lebih lanjut, PT Pegadaian Kanwil 1 Medan juga tengah merancang untuk memperluas layanan *one stop service*. Layanan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang ingin berinvestasi dalam bentuk emas ataupun melakukan berbagai pembayaran lainnya. Gopher merangkum dengan mengatakan, “Saat ini, layanan kami sudah meliputi gadai, non-gadai, dan investasi melalui sistem *one stop service*. Kami berharap masyarakat yang datang ke Pegadaian tidak hanya untuk melakukan gadai atau kredit, tetapi juga bisa melakukan investasi emas serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.” ANTARA