BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengungkapkan bahwa gerakan penanaman pohon buah yang dilakukan oleh PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pangkalbalam di kawasan Danau Wisata Pading merupakan langkah signifikan dalam mendukung pemerintah daerah untuk menjadikan lokasi bekas tambang ini sebagai destinasi wisata bertaraf internasional. Kepala DLH Provinsi Bangka Belitung yang diwakili oleh Hasanuddin, saat melakukan kegiatan penanaman 700 pohon buah di Danau Wisata Pading, menggarisbawahi keindahan dan keunikan danau ini. Ia menyatakan bahwa Danau Pading adalah satu-satunya objek wisata bekas tambang yang memiliki pesona menawan di Kepulauan Babel. Keindahan yang ada diperkuat oleh pemandangan bukit-bukit tinggi yang mengelilingi kawasan tersebut, menjadikannya lebih menarik sebagai tempat wisata alam. Penanaman sejumlah 700 pohon tersebut terdiri dari berbagai jenis buah, antara lain durian, mangga, mentoa, dan cempedak. Inisiatif yang diusung oleh PT Pelindo ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan area sekitar objek wisata, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hasanuddin menjelaskan bahwa meskipun terdapat banyak danau bekas tambang lainnya di Bangka Belitung, Danau Pading memiliki daya tarik eksotis yang tidak tergantikan. Area di belakang danau yang dipenuhi bukit-bukit hijau menambah keindahan lokasinya, dan ia berharap penanaman pohon buah ini akan membawa lebih banyak wisatawan untuk datang berkunjung, sehingga perekonomian lokal dapat terkerek. “Wisatawan yang berkunjung tidak hanya akan menikmati panorama alam yang memukau, tetapi juga memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman menikmati buah-buahan lokal di sekitar danau,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Pokdarwis Desa Perlang Sariwijaya menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon oleh PT Pelindo sangat mendukung pengelolaan kepariwisataan di Danau Pading. Ia menjabarkan bahwa danau seluas 24 hektare ini terletak di antara bukit-bukit dengan ketinggian mencapai 677 meter di atas permukaan laut, menjadikan air danau ini jernih dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Ia juga mencatat bahwa tahun ini pengunjung ke Danau Pading sudah mencapai ribuan orang, yang terdiri dari wisatawan lokal, domestik, hingga internasional. Tercatat, sejumlah wisatawan asing dari negara seperti Jepang, Prancis, Jerman, Belanda, dan Korea Selatan telah berkunjung dan banyak dari mereka memilih untuk menginap lebih lama agar dapat lebih menikmati keindahan alam yang ditawarkan oleh danau ini. ANTARA