BANDUNG –
**Borneonews - Tasikmalaya**, Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengungkapkan bahwa Bendungan Leuwikeris yang terletak di Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata baru. Ia yakin bahwa keberadaan bendungan ini tidak hanya menawarkan panorama yang menarik, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Dalam sambutannya saat peresmian Bendungan Leuwikeris oleh Presiden Joko Widodo, Ade Sugianto menjelaskan bahwa proyek ini merupakan inisiatif dari pemerintah pusat yang dibangun di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis. Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga untuk daerah lain, seperti Ciamis, Kota Banjar, hingga Kabupaten Pangandaran. “Semoga kehadiran bendungan ini bisa memberikan kontribusi ekonomi, terutama di sektor perikanan dan pariwisata,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa meskipun bendungan ini terletak di Kabupaten Tasikmalaya, dampak positifnya bisa dirasakan hingga ke Pangandaran. Lebih lanjut, Bupati Sugianto menekankan bahwa Bendungan Leuwikeris akan membantu dalam memenuhi kebutuhan air pertanian, tidak hanya untuk Kabupaten Tasikmalaya, tetapi juga untuk daerah-daerah lain seperti Ciamis, Kota Banjar, dan Pangandaran, yang memanfaatkan sumber air dari daerah Tasikmalaya. “Ini merupakan langkah luar biasa dalam mendukung para petani di Ciamis, Banjar hingga Pangandaran,” tambahnya. Dengan demikian, Pemkab Tasikmalaya berkomitmen untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan guna mendorong pengembangan potensi wisata dan ekonomi di sekitar Bendungan Leuwikeris. Ia juga menegaskan bahwa potensi ekonomi ini tidak hanya akan dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, tetapi juga akan terbuka untuk masyarakat dari daerah lain. “Di sini terdapat potensi dalam sektor perikanan yang bisa dimanfaatkan. Kami berharap ini bisa menjadi destinasi wisata yang signifikan,” ujarnya. Bupati Sugianto juga menambahkan bahwa selain perikanan dan pariwisata, ada potensi lain yang dimiliki oleh bendungan ini, yakni mampu menghasilkan tenaga listrik yang cukup tinggi, yang juga akan memberikan manfaat meluas. “Upaya kami adalah memanfaatkan semua potensi yang ada seefisien mungkin,” katanya. Bendungan Leuwikeris yang kini ramai diperbincangkan itu dibangun selama delapan tahun sejak tahun 2016 dengan total nilai anggaran mencapai Rp3,5 triliun. Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan air mencapai 81,44 juta m³ dan mencakup area genangan seluas 243 hektare, yang mampu mengairi lahan pertanian seluas 11.200 hektare. ANTARA