BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tengah melaksanakan upaya regenerasi dalam pelestarian seni tari topeng kreasi. Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi tingkat SMA sebagai generasi penerus yang diharapkan dapat memahami dan melestarikan kesenian tradisional tersebut. Raudati Hildayati, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, mengungkapkan bahwa mereka telah mengadakan workshop tari topeng kreasi di Barabai, Hulu Sungai Tengah. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai seni tari topeng, yang merupakan bagian integral dari tradisi kesenian masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Meskipun bentuk tari topeng yang diajarkan bersifat kreasi, esensi dan nuansa budaya asli daerah tetap dipertahankan. Raudati menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memahami warisan seni budaya lokal yang kaya dan unik ini. Aktivitas ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga merupakan upaya Pemprov Kalimantan Selatan dalam membina serta melestarikan keberadaan pelaku seni di wilayah tersebut. Sebagaimana disampaikan oleh D. Sunjaya Adhiarso, Kasi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, seni topeng terbagi menjadi dua jenis, yaitu topeng tradisional atau sakral dan topeng kreasi. Pemilihan lokasi workshop di Kabupaten Hulu Sungai Tengah memang strategis, mengingat daerah ini merupakan salah satu pusat perkembangan seni topeng tradisional yang terkenal, terutama di Desa Barikin. Materi yang disajikan dalam workshop meliputi teori sejarah topeng kreasi, gerak dasar tari topeng, serta praktik pembuatan topeng kreasi. Selama tiga hari kegiatan ini berlangsung, peserta diharapkan dapat memperluas wawasan mereka mengenai nilai-nilai dan budaya yang terkandung dalam seni topeng. Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi dalam memperkaya khazanah seni serta melestarikan warisan budaya dari daerah yang mereka cintai ini. ANTARA