**Borneonews - Jakarta**, Psikolog yang tergabung dalam Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Anrilla E M Ningdyah, mengungkapkan tiga pilar penting dalam pengasuhan digital untuk mencegah kecanduan gadget pada anak-anak. Menurutnya, pendekatan yang efektif dapat dirangkum dalam tiga kata kunci: pahami, dukung, dan atur aktivitas yang dilakukan anak.
Dalam pemaparannya yang berlangsung dalam sebuah webinar yang diselenggarakan bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Anrilla menekankan pentingnya orang tua untuk memahami dan menilai penggunaan teknologi digital, baik untuk diri sendiri maupun untuk anak. Ia mengingatkan bahwa tergoda untuk memberikan gadget kepada anak sebagai solusi praktis untuk menjaga ketenangan sering kali bukanlah pilihan terbaik.
"Orang tua sebaiknya melakukan evaluasi terhadap penggunaan teknologi digital pribadi sebelum memberikan bantuan kepada anak dalam hal ini. Penggunaan teknologi yang tepat akan berkontribusi positif terhadap kesehatan mental. Jangan lupakan juga bahwa kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh kondisi orang tua," ungkapnya.
Anrilla menjelaskan bahwa pimpinan kesehatan mental bagi orang tua harus dimulai dari beberapa aspek, termasuk tidur yang cukup, aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari, mendapatkan asupan nutrisi yang baik, serta membangun dukungan sosial. Orang tua juga harus dapat membedakan antara ruang kerja dan rumah, menghindari kebiasaan bekerja dari tempat tidur agar tidak mengganggu proses istirahat.
Setelah aspek pemahaman, pilar berikutnya dalam pengasuhan digital ialah memberikan dukungan. Anak-anak di usia dini membutuhkan rangsangan langsung untuk mengembangkan fungsi eksekutif mereka. Ini mencakup proses mental dan kemampuan kognitif yang membantu dalam mengatur perilaku dan mencapai tujuan.
"Dalam konteks anak pra-sekolah, dukungan perlu diberikan dalam bentuk pengembangan fokus, pemahaman instruksi, kontrol diri, pengorganisasian, prioritas, dan pengelolaan emosi. Fungsi eksekutif ini bisa diajarkan dan dilatih, dengan memberikan pengalaman konkret melalui pendekatan asah, asih, dan asuh," tambahnya.
Pilar terakhir adalah 'atur', yang meliputi pembatasan, pengelolaan, dan pengarahan dalam penggunaan perangkat digital. Anrilla merekomendasikan penggunaan aplikasi *parental monitoring* atau *control* untuk mengontrol durasi dan frekuensi penggunaan gadget. Juga, penting untuk mendiskusikan dan membuat kesepakatan dengan anak mengenai batasan waktu penggunaan gadget.
Dalam paparannya, Anrilla merujuk kepada hasil penelitian yang dilakukan oleh NeuroSensum Indonesia Consumers Trend 2021 mengenai Dampak Media Sosial pada Anak. Temuan menunjukkan bahwa 92 persen anak dari rumah tangga berpendapatan rendah mengenal media sosial sejak usia dini, dan empat dari sepuluh di antaranya sudah diperkenalkan pada platform tersebut sebelum berusia enam tahun.
Ia juga memperingatkan mengenai dampak negatif yang muncul akibat penggunaan teknologi digital, seperti meningkatnya tingkat depresi dan risiko perundungan siber, terutama jika anak menggunakan media sosial lebih dari tiga hingga empat jam per hari. Selain itu, dampak lain termasuk timbulnya gangguan kesehatan seperti *tics and tourette syndrome*, penurunan privasi dan keamanan, serta perilaku konsumtif yang merugikan.
Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan orang tua dapat melindungi anak-anak mereka dari bahaya potensial yang diakibatkan oleh penggunaan gawai yang tidak terkendali, dengan tetap memberikan stimulasi dan dukungan yang diperlukan dalam perkembangan mereka.
ANTARA
Strategi Pengasuhan Digital untuk Cegah Kecanduan Gadget pada Anak
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







