SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur telah menerima berkas pencalonan Tri Rismaharini dan K.H. Zahrul Azhar Asumta, yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Hans, sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Timur tahun 2024. Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Aang Kunaifi, mengkonfirmasi bahwa dokumen pencalonan yang diajukan oleh PDI Perjuangan dan Partai Hanura sudah lengkap dan resmi diterima oleh pihaknya. Hal ini ia sampaikan di kantor KPU Provinsi Jawa Timur pada Kamis malam. Pasangan Risma dan Gus Hans hanya didukung oleh dua partai politik, yaitu PDI Perjuangan dan Hanura, setelah Partai Ummat yang sebelumnya menyatakan dukungan, memilih untuk menarik dukungannya. Setelah proses pendaftaran tersebut, Aang menjelaskan bahwa keduanya diwajibkan untuk melaksanakan tes kesehatan di Graha Amerta RSUD dr. Soetomo. Pelaksanaan tes kesehatan ini dijadwalkan akan dimulai pada hari Sabtu, 31 Agustus. "Sesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan KPU, untuk pasangan calon yang telah mendaftar dengan berkas yang lengkap, kami telah menjadwalkan pemeriksaan kesehatan pada hari Sabtu pukul 07.00 WIB," ujar Aang Kunaifi. Ujian kesehatan ini akan dilaksanakan dalam dua hari berturut-turut. Pada hari pertama, pasangan calon akan menjalani tes fisik secara menyeluruh, sementara pada hari kedua mereka diharuskan untuk menghadapi tes psikologi. Di sisi lain, Ketua DPD PDI Perjuangan, Said Abdullah, mengucapkan terima kasih kepada KPU Provinsi Jawa Timur atas respons yang sangat positif terhadap proses pencalonan ini. "Sambutan yang diberikan KPU sangat luar biasa. Saya yakin setiap langkah yang diambil oleh KPU akan berupaya untuk bertindak sebaik mungkin demi semua kontestan," ujar Said. Said juga mengekspresikan keyakinan bahwa KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur akan menjalankan tugas mereka dalam mengawal pelaksanaan pilkada, guna memastikan bahwa proses tersebut berjalan dengan lancar, netral, dan mampu memberikan pelayanan yang fair kepada semua pihak. "Saya berharap jika ada kesalahan, untuk segera ditegur. Dengan demikian, jika terjadi kesalahan dari pihak lain, perlakuan yang adil juga harus diterapkan pada mereka. Mohon agar kami diperlakukan dengan adil," tambahnya. ANTARA