**Borneonews - Jakarta**, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan penjelasan mengenai pentingnya peran pemerintah dan agama dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SGDs). Penjelasan ini disampaikan dalam forum G20 Interfaith di Brasil yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong perubahan sosial melalui kebijakan yang tepat serta alokasi sumber daya yang efektif. Ia menjelaskan, "Peran pemerintah dalam kemitraan ini sangatlah krusial. Sebagai pembuat kebijakan dan pengatur, pemerintah memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan yang kolaboratif. Hal ini akan mendukung berbagai upaya yang ditujukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama."
Lebih lanjut, Kamaruddin juga menjelaskan peran penting yang dapat dimainkan oleh agama dalam upaya mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Ia mencatat bahwa organisasi serta tokoh-tokoh agama telah lama berada di garis depan upaya perubahan sosial, dengan mengadvokasi nilai-nilai seperti keadilan, kasih sayang, dan pengelolaan lingkungan yang baik. "Agama dapat berfungsi sebagai pemicu atau sumber inspirasi yang kuat untuk mendorong praktik-praktik yang berkelanjutan," tambahnya.
Sebagai anggota Partnership for Religion and Development (PaRD), Kementerian Agama Indonesia menunjukkan komitmennya untuk memperjuangkan SDGs melalui pendekatan keagamaan. Sejak pertemuan PaRD yang pertama kali diadakan di Bali pada bulan November 2022, Kementerian Agama telah aktif berpartisipasi dalam berbagai inisiatif yang fokus pada integrasi nilai-nilai agama dalam pencapaian SDGs.
Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin, merincikan bahwa Kementerian Agama telah meluncurkan sejumlah program yang dirancang untuk mendukung pencapaian SDGs. "Kami menciptakan Kampung Zakat, Kota Wakaf, Inkubasi Wakaf Produktif, dan KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi kemiskinan serta memperkuat ketahanan masyarakat," ujar Muhibuddin.
Selain itu, Kementerian Agama juga mengembangkan Sistem Peringatan Dini yang berbasis masyarakat, serta menciptakan 1.000 Kampung Moderasi Beragama untuk mendorong perdamaian dan sikap moderat antaragama di tengah masyarakat. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kementerian Agama akan mengadakan *International Symposium on Innovative Majid 2024* pada bulan September mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas peran agama dan tempat ibadah dalam mitigasi perubahan iklim secara lebih mendalam.
ANTARA
Peran Pemerintah dan Agama dalam Mencapai SDGs di G20 Forum
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tertusuk Besi saat Kejar Api di Lokasi Kebakaran di Martapura
Prabowo Serahkan Rp53,15 T Kredit Produktif untuk 2 Juta Lebih Debitur
Warung di Jalan Pramuka Sampit Ludes Terbakar Akibat Karhutla
Kapuas Mengaji Dicanangkan di Pulau Petak
Menekraf Dorong Ekraf jadi Penggerak Pertumbuhan Negara Berkembang
Pemerintah Pusat dan Daerah Jangan Saling Menyalahkan dalam Tangani Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







