JAKARTA –
**Borneonews - Ankara**, Uni Eropa (EU) telah mengeluarkan seruan untuk menerapkan jeda kemanusiaan di Gaza yang saat ini sedang mengalami konflik, dengan tujuan untuk melaksanakan program vaksinasi *polio* bagi anak-anak. Hal ini disuarakan sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya epidemi *polio* di wilayah tersebut, yang telah bebas dari penyakit ini selama 25 tahun terakhir. Dalam pernyataan resmi, EU menyampaikan bahwa mereka sejalan dengan pendapat Sekretaris Jenderal PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang juga meminta agar jeda kemanusiaan segera diterapkan di Gaza. Langkah ini dianggap krusial untuk memungkinkan pelaksanaan vaksinasi *polio* yang sangat diperlukan. Rencana EU meliputi dua putaran vaksinasi yang direncanakan akan dilaksanakan dalam beberapa minggu mendatang, dengan target lebih dari 640.000 anak yang harus divaksinasi. Pentingnya vaksinasi ini semakin mendesak, terutama setelah kementerian kesehatan Gaza mengumumkan kasus *polio* pertama setelah 25 tahun. Kasus ini melibatkan seorang bayi berusia 10 bulan dari Deir al-Balah, yang mencerminkan tingginya risiko yang dihadapi oleh anak-anak yang tidak mendapatkan vaksinasi lengkap terhadap penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Sebagaimana diketahui, penyakit *polio* mayoritas menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun dan dapat berakibat fatal. Menurut data WHO, antara lima hingga sepuluh persen dari kasus *polio* dapat berujung pada kematian atau kegagalan pernapasan. Seruan untuk jeda kemanusiaan ini muncul di tengah meningkatnya tingkat kekerasan yang terjadi di Gaza, di mana Israel terus melaksanakan serangan terhadap kawasan tersebut setelah serangan oleh kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober. Situasi konflik yang berkepanjangan ini, meskipun Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi yang mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan, telah menyebabkan lebih dari 40.400 kematian dan lebih dari 93.600 orang terluka di kalangan warga Palestina. Selain dampak dari serangan yang terus berlangsung, warga Gaza juga menghadapi krisis yang serius terkait kebutuhan dasar, termasuk makanan, akses terhadap air bersih, serta ketersediaan obat-obatan yang sangat diperlukan. ANTARA