JAKARTA –
**Borneonews - Beijing**, Presiden Xi Jinping dari China mengisyaratkan keseriusannya dalam menjalin hubungan yang stabil dengan Amerika Serikat kepada Jake Sullivan, Penasihat Keamanan Nasional AS. Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri China, Xi menegaskan bahwa kebijakan China terhadap AS tetap konsisten meskipun ada berbagai perubahan yang signifikan di kedua negara tersebut. Pertemuan antara Presiden Xi dan Jake Sullivan berlangsung pada sore hari, di Balai Agung Rakyat, Beijing. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi. Dalam diskusi tersebut, Presiden Xi menggarisbawahi pentingnya solidaritas dan koordinasi antara negara-negara di tengah dunia yang terus berubah dan menghadapi gejolak, menolak perpecahan atau konfrontasi. Xi menjelaskan, "Masyarakat ingin adanya keterbukaan dan kemajuan, bukan pengucilan atau kemunduran. Sebagai dua kekuatan besar, China dan AS harus bertanggung jawab terhadap sejarah, rakyat, dan dunia, serta berperan sebagai sumber stabilitas untuk perdamaian global serta pendorong pembangunan." Dalam konteks hubungan bilateral, Xi menyatakan bahwa hal yang paling mendasar bagi kedua negara adalah mengembangkan pemahaman strategis yang tepat. Ia menekankan pentingnya menemukan jawaban atas pertanyaan fundamental: apakah China dan AS adalah saingan atau mitra satu sama lain. Xi juga menegaskan bahwa kebijakan luar negeri China bersifat terbuka, transparan, jujur, serta sangat konsisten dan stabil. Ia menambahkan bahwa fokus China terletak pada pengelolaan urusannya sendiri dan akan terus melanjutkan reformasi guna memperkuat sistem sosialisme yang sesuai dengan kondisi dalam negeri. Xi juga mengungkapkan, "China berkomitmen pada jalur pembangunan yang damai dan bertekad untuk bekerja sama dengan negara lain dalam upaya pembangunan bersama serta membangun komunitas yang harmonis bagi umat manusia." Dalam konteks hubungan internasional, Xi menekankan prinsip-prinsip yang mendasari interaksi China dengan negara lain, yakni saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan. Ia mengulangi komitmennya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara, serta berusaha mempertahankan hubungan baik antara rakyat China dan AS. Xi berharap agar AS juga menempuh arah yang serupa, memandang perkembangan China secara positif dan rasional, serta melihat peluang dalam pertumbuhan satu sama lain alih-alih tantangan. Dia menekankan pentingnya mencari cara bagi kedua negara dengan peradaban, sistem, dan jalur yang berbeda untuk hidup berdampingan secara damai dan mencapai pembangunan bersama. Sementara itu, Jake Sullivan menyampaikan salam dari Presiden Joe Biden kepada Xi. Dia menegaskan bahwa sejak pertemuan puncak sebelumnya di San Francisco, kedua pihak telah berupaya menerapkan pemahaman yang tercapai dan telah melihat kemajuan positif. Sullivan juga menegaskan bahwa AS tidak berminat untuk memulai *Cold War* baru dan tidak berusaha mengubah sistem yang ada di China. Dia menambahkan bahwa AS tidak mendukung "kemerdekaan Taiwan" dan ingin menghindari konflik dengan China. Sullivan menegaskan bahwa kebijakan *One China* AS tetap tidak berubah dan bahwa AS tidak berniat menjadikan Taiwan sebagai alat untuk mengekang China. AS berharap untuk menjaga komunikasi strategis dengan China dan menemukan cara agar kedua negara dapat hidup berdampingan dengan damai serta membangun hubungan yang berkelanjutan. Dalam penutup, Sullivan menyampaikan bahwa Presiden Biden berharap dapat segera berkomunikasi kembali dengan Xi, dan Xi meminta Sullivan untuk menyampaikan salamnya kepada Biden. Xi juga menunjukkan kesediaannya untuk terus berhubungan dengan Presiden Biden guna mengarahkan hubungan antara China dan AS menuju perkembangan yang lebih baik. ANTARA