BORNEONEWS, Palangka Raya -  Berapa jumlah total aparatur sipil negara (ASN) di 34 instansi lingkup pemerintah kota (Pemkot) Palangka Raya yang bolos saat hari pertama kerja, Senin (11/7/2017) tidak langsung diketahui. Setelah apel bersama dan dilanjutkan tradisi bermaafan “halal bihalal’ di halaman balaikota, Wakil Walikota dan jajaran langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tujuh instansi.

Selepas mengunjungi tujuh instansi, Wakil Walikota Mofit Saptono Subagio mengemukakan, masalah daftar hadir akan ditindaklanjuti oleh pihak inspektorat kota. Ia menekankan, tujuan kunjungan ke instansi terutama yang berkaitan dengan pelayanan, hanya untuk memastikan sudah berjalan dengan baik. Sehingga berapa total yang bolos kerja belum langsung ia kantongi. Namun inspektorat tidak mendampingi sidak tersebut.

“Biasanya hari ini juga atau siang hari ini sudah ada rekapnya di inspektorat. Sidak ini kan hanya untuk memastikan terutama bagi SKPD yang melayani masyarakat apakah sudah buka dan melayani atau tidaknya,” jelas Mofit.

Hal ini berbeda dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam mendeteksi berapa pegawainya yang tidak taat terhadap larangan menambah libur cuti bersama sesuai edaran Mendagri. Pemprov dan Pemkot sama-sama mengapelkan seluruh pegawai di lapangan semua pegawai. Bedanya, Gubernur Kalteng langsung meminta rekab absen pegawai saat itu juga sehingga ‘ketahuan’ siapa yang bolos dan tidak pagi itu juga.

Seperti diberitakan, sebanyak 1.969 ASN di lingkup Pemprov Kalteng terdeteksi bolos kerja di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang Hari Idul Fitri selam 9 hari kemarin. Terungkap saat Gubernur Sugianto Sabran meminta catatan ketidakhadiran ASN dalam Apel Besar Gabungan di Halaman Kantor Gubernur. Sebab dari total jumlah pegawai sebanyak 5.745 orang, yang hadir pagi itu hanya sekitar 3.776 orang. Bagi yang tidak masuk, gubernur tegas memberi sanksi tunjangannya bulan ini tidak dibayar. (ROZIKIN/m)