MAKASSAR –
**Borneonews - Gowa**, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, bersama Kapolres Gowa, AKBP RTS Simanjuntak, melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Sungguminasa. Kunjungan ini bertujuan untuk menyelidiki kasus perundungan yang baru-baru ini viral di berbagai platform media sosial. Adnan menjelaskan bahwa kedatangannya, yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan, merupakan langkah penting untuk mendengarkan langsung perihal berita yang beredar seputar insiden tersebut. "Kami ingin mengonfirmasi informasi yang beredar selama beberapa hari terakhir, dan melihat langsung situasi di SMP ini," jelasnya. Dalam pertemuan tersebut, pihak-pihak terkait, termasuk korban berinisial A, pelaku Y, serta seorang saksi R sebagai provokator, diundang untuk duduk bersama. Hal ini dilakukan untuk menggali kebenaran mengenai kronologi perkelahian yang terjadi. "Kami berupaya berbicara secara terbuka dengan kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan siswa yang terlibat, agar bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang kejadian ini," lanjut Adnan. Berdasarkan penjelasan yang diperoleh, perkelahian bermula dari bercandaan antara korban dan pelaku. Keterlambatan dalam menanggapi candaan bisa menjadi faktor pemicu, di mana korban kemudian menyatakan kepada saksi bahwa ia ingin berkelahi dengan pelaku. "Kejadian ini merupakan akumulasi dari sikap *bully* di antara mereka, yang kemudian berujung pada perkelahian," ungkap Bupati Gowa. Sebagai respons awal, pemerintah kabupaten memutuskan untuk membawa korban ke RSUD Syekh Yusuf untuk pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. "Hari ini kami akan melakukan *CT scan* demi memastikan kondisi korban sehat dan tidak ada masalah pada tubuhnya. Selanjutnya, orang tua dari semua pihak dapat duduk bersama untuk membicarakan penyelesaian yang terbaik bagi anak-anak mereka," tambahnya. Adnan juga mengingatkan pentingnya pengawasan dari pihak sekolah dan guru agar insiden serupa tidak terulang di masa depan. "Pengawasan harus ditingkatkan, terutama saat jam istirahat. Kami berharap keluarga juga berperan dalam mendampingi anak-anak di rumah agar mereka bisa dibina dengan baik, tidak hanya di sekolah," tegasnya. Sementara itu, Kapolres Gowa, AKBP RTS Simanjuntak, menyatakan bahwa laporan dari korban akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku. "Kami akan melanjutkan laporan ini, meskipun karena melibatkan anak-anak sebagai korban dan pelaku, proses penanganan akan berbeda dan akan dilakukan pendampingan oleh unit perlindungan anak serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa," katanya. Kapolres juga menginformasikan bahwa sudah ada enam orang yang diperiksa, termasuk kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan mereka yang memperoleh informasi dari tempat kejadian. Semua pihak yang terlibat diharapkan dapat memberikan keterangan yang jelas untuk memahami kejadian tersebut dengan lebih baik. Sebelumnya, sebuah video berdurasi 34 detik yang merekam perkelahian antara siswa-siswa SMP di Kabupaten Gowa telah beredar luas di media sosial, menarik perhatian publik dan menimbulkan keprihatinan. ANTARA