MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Agus Salim, baru-baru ini melaksanakan pelantikan Banu Laksamana sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bulukumba dan Apreza Darul Putra sebagai Kajari Kepulauan Selayar. Acara tersebut berlangsung di Makassar pada hari Kamis. Agus Salim menjelaskan bahwa rotasi dan alih jabatan di dalam tubuh Kejaksaan merupakan bagian dari siklus yang penting untuk kebutuhan regenerasi serta penyegaran baik bagi personil maupun organisasi. Ia menekankan bahwa penataan melalui pergantian jabatan diperlukan agar Kejaksaan tetap kuat, lebih solid, serta siap menghadapi berbagai tantangan tugas yang kian kompleks dan dinamis. Pelantikan tersebut berlandaskan pada Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-IV-11653/C/08/2024 yang dikeluarkan pada tanggal 9 Agustus 2024. Dalam keputusan tersebut, diatur mengenai pemberhentian dan pengangkatan pejabat dalam jabatan struktural di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia dengan pangkat yang setara. Banu Laksamana sebelumnya menjabat sebagai Koordinator di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan sekarang menempati posisi baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba. Sementara itu, Apreza Darul Putra sebelumnya adalah Koordinator di Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta dan kini resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar. Agus Salim mengingatkan kepada pejabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri dan memahami adat serta budaya yang ada di Sulawesi Selatan. Ia mendorong agar mereka melakukan identifikasi, mempelajari, dan menguasai berbagai masalah yang ada di area tugas baru mereka untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaan. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan organisasi agar visi dan misi Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum dapat terwujud. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan Kejaksaan agar tetap bersih, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, demi memberikan pelayanan prima serta mewujudkan supremasi hukum dengan prinsip profesionalisme, proporsionalitas, dan martabat yang berlandaskan pada keadilan dan kebenaran. Dalam sambutannya, Agus Salim mengucapkan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan berpegang teguh pada kewenangan yang ada. Ia juga mengingatkan agar mereka segera mewujudkan penegakan hukum yang adil dan bermartabat, dengan tetap menjaga integritas yang menjadi pondasi utama dalam setiap tindakan mereka. Terakhir, Agus Salim menegaskan pentingnya menjauhi setiap tindakan penyimpangan serta perbuatan yang tercela dalam pelaksanaan tugas. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diemban adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, terutama di hadapan Tuhan yang Maha Esa. ANTARA