JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengemukakan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah berupaya maksimal dalam usaha untuk berpartisipasi sebagai calon kepala daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Dalam konteks tersebut, nama Anies sempat diunggulkan oleh PDI Perjuangan untuk Pilkada DKI Jakarta serta wilayah Jawa Barat. Namun, PDI Perjuangan justru memilih untuk mengusung kandidat lain. Ujang menjelaskan, "Anies sudah berusaha dan telah memberikan yang terbaik. Mungkin ada partai yang ingin mengusungnya, tetapi tekanan dari kekuasaan membuatnya tidak terwujud." Pernyataan ini disampaikan saat berbincang melalui saluran komunikasi pada pagi hari, Jumat. Ia menambahkan bahwa meskipun beberapa partai politik menunjukkan minat untuk mendukung Anies, keinginan tersebut tidak berlanjut hingga tahap pengesahan, dan tidak ada partai lain yang tampak bersedia untuk mengusung Anies sebagai calon. Sebagai informasi tambahan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai NasDem telah menyatakan mundur dari dukungan kepada Anies Baswedan. Mereka memilih untuk mengusung pasangan Ridwan Kamil dan Suswono dalam Pilkada Jakarta 2024. Pada tanggal 19 Agustus, ke-11 partai politik, termasuk PKS dan PKB, yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus mendeklarasikan Ridwan Kamil dan Suswono sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta. Ujang kemudian menekankan bahwa situasi ini merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sering kali ditentukan oleh elit politik, bukan oleh suara rakyat. Dengan demikian, Anies, yang dianggap memiliki tingkat elektabilitas yang baik di Jakarta, tidak dapat melanjutkan langkahnya untuk maju sebagai calon. Bahkan, meskipun Anies memiliki peluang untuk maju di Jawa Barat, aspek tersebut juga terhalang. "Dalam konteks pilkada ini, kita mencatat bahwa seolah-olah elektabilitas tinggi belum cukup. Mereka yang memiliki popularitas dan elektabilitas justru sering kali diabaikan karena tidak berafiliasi langsung dengan partai politik tertentu," ungkapnya. Sebelumnya, pada 29 Agustus, juru bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid, menyampaikan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut telah mengambil keputusan untuk tidak mencalonkan diri dalam Pilkada Jawa Barat. Menurut Sahrin, salah satu alasan Anies tidak melanjutkan rencana tersebut adalah karena tidak adanya permintaan konkret dari masyarakat Jawa Barat maupun dari partai politik untuk mengusungnya sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024, yang berbeda dengan situasi di Pilkada Jakarta. "Anies mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua partai yang menginginkan kehadirannya dalam Pilkada Jawa Barat. Namun, dengan berbagai pertimbangan, Anies telah menyatakan ketidakikutsertaannya dalam Pilkada Jawa Barat," ujar Sahrin saat memberi keterangan di Jakarta. ANTARA