TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tanjung Selor**, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara mengonfirmasi bahwa mereka akan menyelenggarakan kompetisi olahraga tradisional tiap tahunnya. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari usaha untuk memperkenalkan dan mewariskan budaya setempat kepada anak-anak di sekolah. Sekretaris Disdikbud Kaltara, Sudarsono, mengungkapkan pentingnya kegiatan olahraga tradisional dalam mempersatukan generasi muda di provinsi ini. Ia mengamati bahwa di era modern ini, banyak generasi muda yang lebih tertarik pada aktivitas *online* yang cenderung melupakan budaya dan tradisi yang ada. Disdikbud Kaltara mengadakan Kompetisi Permainan dan Olahraga Tradisional untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah, dan yang setara, yang akan berlangsung pada tanggal 26 hingga 29 Agustus 2024. Kompetisi ini mencakup enam cabang olahraga, termasuk sumpit, bakiak, balap karung, tarik tambang, layangan, dan egrang. Sebanyak 373 siswa dari 31 sekolah di Kaltara akan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sudarsono menyatakan bahwa acara ini cukup meriah, dengan keterlibatan siswa-siswa dari berbagai daerah di Kaltara, khususnya dari kecamatan sekitar. Ia juga menyoroti bahwa orang tua dari anak-anak peserta adalah generasi yang mengenal dan menyukai olahraga tradisional seperti layangan, egrang, serta sumpit. Dalam pandangannya, pada masa lalu, olahraga tradisional memiliki tempat khusus dalam masyarakat, namun dengan perkembangan zaman, minat terhadap olahraga tersebut mulai menurun. Ia mendorong kepala sekolah di wilayah tersebut untuk aktif mengembangkan kembali kegiatan olahraga tradisional agar generasi muda dapat mencintai dan menghargai budaya serta tradisi daerah mereka. Sudarsono menegaskan bahwa olahraga tradisional merupakan ciri khas bangsa dan setiap daerah harus berupaya melestarikannya. “Lebih baik jika sebelum mereka berkompetisi di tingkat provinsi, kegiatan olahraga tradisional ini digelar terlebih dahulu di tingkat sekolah, sehingga siswa dapat terbangun rasa cinta kepada budaya dan tradisi lokal,” imbuhnya. Disdikbud Kaltara pun berkomitmen untuk melakukan upaya bertahap dalam menghidupkan kembali olahraga tradisional. Sudarsono menambahkan bahwa kegiatan ini berpotensi untuk diadakan di tingkat nasional suatu saat nanti. Ia menggarisbawahi pentingnya penyempurnaan dan peningkatan kegiatan olahraga tradisional demi masa depan yang lebih baik. ANTARA