SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Tim pencarian dan pertolongan (SAR) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, telah berhasil menemukan seorang anak bernama Marwah (6 tahun) dalam keadaan meninggal dunia. Anak tersebut sebelumnya terseret arus banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut. Menurut Koordinator Pos SAR Samarinda, Riqi Effendi, tim telah menerima laporan tentang insiden ini pada sore hari dan segera berkoordinasi dengan keluarga korban untuk melakukan pencarian. Usaha pencarian dilaksanakan hingga malam hari dan pada pukul 22.45 Wita, korban ditemukan. Marwah, yang tinggal di Jalan DI Panjaitan, RT 15, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, sebelumnya bermain di depan rumahnya bersama kakaknya di saat banjir pada Kamis, 29 Agustus 2024, pukul 16.45 Wita. Keluarga sempat merekam momen mereka bermain di area yang tergenang air, sepelukan pagar rumah yang tertutup. Video berdurasi 12 detik tersebut menunjukkan saat kedua anak bersenang-senang. Namun, tidak diketahui dengan pasti mengapa mereka meninggalkan pagar rumah untuk bermain di dekat jalur air drainase. Dalam situasi tersebut, Marwah terpeleset dan terseret arus air ke dalam gorong-gorong. Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR sempat terhambat oleh kondisi gorong-gorong yang masih dipenuhi air. Setelah berusaha selama beberapa jam, mereka berhasil menemukan Marwah sekitar 300 meter dari lokasi kejadian, dan sayangnya, dalam kondisi tidak bernyawa. Korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Setelah penemuan tersebut, pada pukul 23.00 Wita, tim SAR yang terlibat mengadakan pertemuan kecil. Riqi menyatakan bahwa setelah ditemukan korban, pihaknya merekomendasikan untuk menutup operasi pencarian, dan anggota SAR diminta kembali ke unit masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan. Operasi pencarian ini melibatkan banyak unsur, termasuk Pos SAR Samarinda, Polsek Sungai Pinang, Samapta Polresta Samarinda, Koramil Sungai Pinang, serta beberapa instansi lainnya seperti BPBD Provinsi Kalimantan Timur, BPBD Samarinda, Disdamkarmat Samarinda, Satpol PP Samarinda, PMI Samarinda, Tagana Samarinda, dan relawan setempat. Dalam kegiatan tersebut, peralatan yang digunakan antara lain mobil dan truk penyelamat, perahu karet, perahu motor tempel, drone *thermal*, perlengkapan selam, perlengkapan komunikasi, dan peralatan medis untuk mendukung proses pencarian. ANTARA