SURABAYA –
**Borneonews - Pamekasan**, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pamekasan, Sukma Umbara Tirta Firdaus, mengungkapkan bahwa lembaganya masih menunggu kedatangan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) setempat, Mawardi, untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran etika pemilu. Dugaan tersebut muncul akibat beredarnya foto Mawardi bersama pasangan bakal Calon Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman dan Sukriyanto. Sukma menegaskan keyakinannya bahwa Mawardi memiliki niat baik dalam menghadapi masalah tersebut. Hal ini diungkapkan pada malam hari Kamis, saat pihak Bawaslu menindaklanjuti pengusutan kasus ini. Ia mengharapkan kesediaan Mawardi untuk memberikan penjelasan terkait foto tersebut yang dianggap berpotensi melanggar etika pemilu. Dia menjelaskan bahwa Bawaslu telah mengagendakan pemeriksaan terhadap Mawardi pada Kamis, tanggal 29 Agustus, untuk membahas foto yang menampilkan Mawardi bersama KH Kholilurrahman dan Sukriyanto. Namun, Mawardi tidak dapat hadir dengan alasan adanya tugas dinas di luar kota. "Jika memang ada tugas yang tidak bisa diwakili, kami bisa memahaminya. Namun, kami tetap menunggu itikad baik dari Mawardi untuk mengklarifikasi permasalahan ini," ujarnya. Dalam penjelasan lebih lanjut, Sukma menyatakan bahwa informasi mengenai ketidakhadiran Mawardi disampaikan secara lisan, bukan dalam bentuk tertulis. "Yang datang adalah staf atau wakilnya," tambahnya. Sebelumnya, sebuah foto yang menunjukkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Kemenag Pamekasan telah beredar luas di media sosial. Dalam foto itu, Mawardi tampak berada di aula Kemenag Pamekasan dalam sebuah acara yang dihadiri oleh banyak orang. Sukma menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak sejalan dengan prinsip netralitas yang harus diterapkan oleh setiap ASN. "ASN diwajibkan untuk tidak berpihak kepada calon tertentu," tegasnya. Adapun foto tersebut diambil saat pembukaan acara Porsadin VI yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) di aula Kemenag pada 26 Agustus 2024. Lebih lanjut, Sukma menekankan bahwa ASN tidak boleh menunjukkan dukungan baik secara langsung maupun di media sosial terhadap calon tertentu. Ia berharap kasus serupa di Kemenag Pamekasan tidak terulang di masa mendatang. Di sisi lain, Mawardi menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara tersebut bukanlah kegiatan Kemenag Pamekasan, melainkan organisasi lain yang hanya meminjam tempat. Mawardi menyebutkan bahwa fotonya diambil dalam kapasitas sebagai pimpinan Kemenag yang diundang oleh panitia acara untuk berfoto bersama para peserta. Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga netralitas sebagai pegawai pemerintah yang tidak berpihak pada salah satu pasangan calon. Terkait pemanggilan untuk klarifikasi oleh Bawaslu, Mawardi menegaskan bahwa tugas dinas yang dihadapinya memang mengharuskannya hadir dan tidak dapat diwakilkan. ANTARA