BANTEN –
**Borneonews - Rangkasbitung,** Harga beras medium di berbagai pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, telah mengalami peningkatan selama dua hari terakhir. Kenaikan harga ini tercatat berkisar antara Rp300 hingga Rp500 per kilogram. Seorang pedagang beras yang bernama Ujang menjelaskan bahwa kenaikan harga beras medium disebabkan oleh tingginya harga gabah di tingkat petani. Saat ini, harga gabah pungut dan gabah kering telah melampaui harga eceran tertinggi (*HET*) yang telah ditentukan oleh Badan Pangan Nasional. Harga yang dicatat untuk gabah pungut mencapai Rp7.000 per kilogram, sementara gabah kering berada di harga Rp9.000 per kilogram. Di sisi lain, beras yang dikelola oleh Perum Bulog dijual seharga Rp12.500 per kilogram. Harga di tingkat pabrik penggilingan adalah Rp12.600 per kilogram, dan bagi para agen, harganya mencapai Rp13.000 per kilogram. Sejak dua hari terakhir, harga beras medium mengalami kenaikan signifikan. Beras medium kualitas 1, misalnya, mengalami kenaikan dari Rp13.250 per kilogram menjadi Rp13.750 per kilogram. Untuk beras medium kualitas 2, harganya naik dari Rp12.500 per kilogram menjadi Rp12.800 per kilogram. Sedangkan beras medium kualitas 3 kini dijual dari Rp11.300 per kilogram menjadi Rp11.600 per kilogram. Dalam konteks pasokan, Kabupaten Lebak saat ini sedang menikmati surplus beras lokal menyusul musim panen raya yang berlangsung di Agustus 2024, dengan total luas lahan panen mencapai 9.400 hektare. Walaupun panen masih berlanjut hingga bulan September, harga beras di pasaran dipastikan akan tetap tinggi. Ujang menambahkan bahwa kebingungan menyangkut kenaikan harga beras medium berdampak negatif pada omzet penjualan. Sementara itu, Bambang Suseno, pemilik pabrik beras PD Cahaya Tani yang berlokasi di Warunggunung, Kabupaten Lebak, menyatakan bahwa ia menjual beras medium lokal kepada pedagang di Pasar Rangkasbitung seharga Rp12.600 per kilogram, mengikuti lonjakan harga gabah pungut. Bambang juga mengungkapkan bahwa ia bisa memasok sekitar 50 ton beras ke Pasar Rangkasbitung setiap bulannya. Dengan harga jual tersebut, ia berharap dapat meraih omzet mencapai Rp630 juta. Di pihak lain, Yani selaku Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan serta pengawasan terhadap harga beras medium di pasar. Ia menambahkan bahwa jika harga beras medium naik lebih dari 10 persen dari harga normal, pihaknya tidak akan ragu untuk melakukan operasi pasar sebagai upaya menstabilkan harga. ANTARA