BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Faisal Novendra cahyanto mengatakan, dari sebanyak 146 calon jamaah haji di daerah itu, 11 diantaranya merupakan kategori risiko tinggi (risti).

“Dari hasil pemeriksaan kesehatan pertama kepada 84 jamaah haji, 11 diantaranya adalah beresiko tinggi,” ungkap Faisal, saat rapat koordinasi peningkatan pelayanan kesehatan jamaah haji Kotim di Hotel Aquarius Sampit, Selasa (12/7/2016).

Disebut berisiko tinggi lantaran kondisi kesehatannya tergolong ke dalam penyakit berisiko dan lanjut usia sehingga harus mendapat penanganan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan di Puskesmas dan Rumah Sakit rutin dilakukan kepada jamaah haji yang sebentar lagi akan diberangkatkan ke tanah suci tersebut.

“Rata-rata penyakit yang diderita seperti diabetes, darah tinggi serta jantung,” jelas Faisal.

Sebelum para jamaah haji itu berangkat ke tanah suci, penanganan kesehatan oleh tim dokter dan medis kabupaten terus diintensifkan kepada 146 jamaah haji, terutama kepada 11 jamaah haji rang risti itu.

“Kami minta kepada jamaah haji jaga kesehatan. Nanti dokter pendamping juga akan lebih intensif memantau kesehatan para jamaah haji yang risti ini. Waktu pemberangkatan masih lama makanya kami minta kepada petugas Puskesmas untuk memantau 146 jamaah haji khususnya yang berisiko tinggi,” harap Faisal.

Dalam rapat koordinasi pun Dinas Kesehatan melibatkan tim kesehatan semua Puskesmas se Kotim, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan intansi terkait guna mengantisipasi berbagai penyakit yang yang mungkin saja diderita para jamaah haji.

Dari data Kantor Kementerian Agama Kotim kata Faisal, jumlah jamaah haji Kotim yang akan diberangkatkan pada 2016 ini sebanyak 146 orang, jumlah awal sebanyak 126 orang dan tambahan atau susulan sebanyak 20 orang.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten I Setda Kotim Sugian Noor berharap para jamaah haji Kotim dalam menjalankan ibadah haji nanti berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan kesehatan sehingga menjadi haji mabrur. (RAFIUDIN/m