PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hari Radio Nasional diperingati setiap tanggal 11 September setiap tahunnya. Untuk di Kalimantan Tengah, perayaannya sudah dimulai sejak Jumat, 30 Agustus 2024 dengan Apel dan pengadaan berbagai lomba yang dilaksanakan oleh Radio Republik Indonesia atau RRI Palangka Raya.

"Hari ini, kita mulai pembukaan rangkaian HUT Radio ke-79 bertema Inspirasi Keindonesiaan, dengan dilaksanakan berbagai lomba bersama seluruh karyawan kita," kata Kepala LPP RRI Palangka Raya, Dwi Korianingsih.

Hari Radio Nasional diperingati setiap tanggal 11 September, bertepatan dengan berdirinya Radio Republik Indonesia pada 11 September 1945.

"Pada hari ini, kita mengenang peran stasiun radio nasional dalam sejarah komunikasi di Indonesia," tutur Ningsih lagi.

Ningsih menjelaskan, sejarah radio di Indonesia yang dimulai dengan berdirinya Bataviaasche Radio Vereeniging atau BRV atau Batavia Radio Society pada 16 Juni 1925. BRV menjadi cikal bakal teknologi komunikasi jarak jauh yang membuat terpukau masyarakat saat itu. Stasiun radio di Hindia Belanda lahir hanya enam tahun setelah siaran musik pertama di dunia mengudara.

--page

Setelah Jepang mengambil alih Indonesia pada 1942, radio-radio siaran Jepang mulai berkumandang. Jepang juga mengakuisisi stasiun radio yang sebelumnya dimiliki oleh Belanda. Pada era pendudukan Jepang, siaran radio berfungsi sebagai sarana untuk mengampanyekan propaganda Jepang ke masyarakat Indonesia.

Namun, setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, siaran Hoso Kyoku yang saat itu menjadi pusat siaran radio berhenti pada 19 Agustus 1945. Kemudian, Radio Republik Indonesia didirikan sebulan setelah itu, pada 11 September 1945.

"RRI menjadi simbol penting dalam perjuangan kemerdekaan dan perkembangan media di Indonesia. Jadi, mari kita kenang dan hargai peran penting stasiun radio nasional dalam sejarah kita," pinta Ningsih. (TESTI PRISCILLA/Y)