PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya terus memantau kondisi cuaca dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (PERISAI) pada tanggal 30 Agustus 2024, tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah di Kota Palangka Raya tergolong rendah.

"Berdasarkan data PERISAI, kondisi di Kota Palangka Raya saat ini menunjukkan tingkat kemudahan terbakar pada level rendah, yang ditandai dengan warna biru," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, Jumat, 30 Agustus 2024.

Meskipun tingkat kemudahan terbakar tergolong rendah, BPBD Palangka Raya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah.

"Kami tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap potensi karhutla," tegas Hendrikus.

--page

Budi juga menekankan pentingnya peran Tim Tanggap Darurat (TRC) dan Posko Lapangan (Poslap) Satgas Karhutla dalam melakukan patroli dan pencegahan karhutla.

"Tim TRC dan Poslap Satgas Karhutla diminta untuk meningkatkan patroli, khususnya di daerah yang memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi," imbuhnya.

Masyarakat dapat memantau data PERISAI secara real-time melalui situs resmi BPBD Palangka Raya di bpbd.palangkaraya.go.id/perisai.

"Kami berharap dengan akses yang mudah ini, masyarakat dapat memantau kondisi terkini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla," kata Hendrikus.

BPBD Palangka Raya berkomitmen untuk terus memantau dan melakukan upaya pencegahan karhutla guna menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan di Kota Palangka Raya. "Salam tangguh," tutup Hendrikus. (PATHUR/y)