**Borneonews - Jakarta**, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Program Baznas Microfinance Masjid (BMM) di Masjid Al-Ikhlas dan Daarul Barokah yang terletak di Lebak, Banten. Peluncuran ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian umat.
Program BMM dirancang sebagai wadah untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam bentuk fasilitasi permodalan bagi usaha kecil. Melalui program ini, Baznas melakukan pendayagunaan mustahik dari kalangan jamaah masjid dengan menjalin kerjasama dengan kelompok usaha mikro. Masjid diharapkan dapat berperan sebagai mitra utama dalam pelaksanaan program ini.
Zainulbahar Noor, Pimpinan Baznas RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, dalam keterangan resminya menyampaikan pentingnya masjid sebagai institusi yang lebih dari sekadar tempat beribadah. Ia menegaskan bahwa masjid juga historically berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi yang diinisiasi oleh Rasulullah. Oleh karena itu, Baznas berkomitmen untuk mengembangkan gagasan ini melalui pendirian BMM.
Lebih lanjut, Zainulbahar mengingatkan bahwa masjid memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi sosial umat. Program ini adalah bagian dari inisiatif pemerintah untuk menghidupkan kembali semangat *microfinance* di masjid-masjid di seluruh Indonesia, dengan tujuan memakmurkan masjid dan masyarakat di sekitarnya.
"Baznas telah hadir di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Dengan mendorong potensi ini ke dalam kegiatan ekonomi umat, diharapkan kehidupan ekonomi masyarakat akan mengalami perkembangan yang signifikan," tuturnya.
Zainulbahar berharap bahwa program ini bisa menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar masjid. Ia mengungkapkan harapan agar jamaah masjid turut serta dalam berbagai macam kegiatan bisnis, tidak terbatas pada koperasi, melainkan juga usaha yang berbasis *microfinance* atau kegiatan usaha mikro yang termasuk dalam kategori UMKM.
Ketua Baznas Provinsi Banten, Syibli Sarjaya, menambahkan bahwa pelaksanaan Program BMM di Kabupaten Lebak diharapkan dapat menawarkan solusi nyata terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh umat, mulai dari kendala ekonomi hingga pengembangan usaha.
"Program ini merupakan langkah konkret dari Baznas yang berkolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk meningkatkan ekonomi umat, sehingga masyarakat dapat terhindar dari jeratan pinjaman *online* dan rentenir," pungkasnya.
ANTARA
Baznas Luncurkan Program Microfinance untuk Tingkatkan Ekonomi Umat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hotspot Barito Timur Terus Menurun, Tiga Titik Terdeteksi di Banua Lima
Karhutla di Teluk Palinget Kapuas Dekati Kawasan Pemakaman
Protes Besar Guncang Prancis, Macron Belum Tetapkan Keadaan Darurat
Mobil Tabrak Bundaran, Kasatlantas Polres Kotim: Kurangi Kecepatan saat Kabut Asap
TNI AU Uji Jalan Tol Jadi Landasan Pesawat Tempur F-16 dan Super Tucano
Kalteng Jadi Prioritas Bantuan Karhutla, Pemerintah Fokus Lindungi Kesehatan Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







