MANOKWARI –
**Borneonews - Teminabuan**, Perusahaan Umum (Perum) Bulog Sorong Selatan (Sorsel) di Papua Barat Daya mengonfirmasi bahwa mereka memiliki ketersediaan beras yang cukup aman untuk melayani kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bulog Sorsel, Dedi Whayudi, dalam sebuah pernyataan yang diungkapkan pada hari Jumat. Menurut Dedi, stok beras yang ada di gudang saat ini mencapai 660.000 kilogram, atau setara dengan 660 ton. Jumlah ini, lanjutnya, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dua kabupaten, yaitu Kabupaten Sorsel dan Kabupaten Maybrat, selama periode tersebut. Ia menegaskan bahwa kestabilan pasokan beras sangat penting untuk mencegah kekurangan yang dapat mengganggu ketersediaan pangan di daerah tersebut. Selain beras, Bulog Sorsel juga memiliki ketersediaan bahan pangan lain, di antaranya gula pasir yang mencapai 50.000 kilogram dan tepung terigu sebanyak 40.000 kilogram. Dalam hal harga, beras yang dijual oleh Bulog dibanderol sebesar Rp 13.500 per kilogram di pasaran. Dedi menekankan pentingnya menjaga harga yang wajar agar dapat dijangkau oleh masyarakat. Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Bulog melaksanakan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (*SPHP*) yang berfokus pada pengendalian inflasi. Selain itu, Dedi juga menginformasikan bahwa bantuan pangan tahap tiga telah berhasil disalurkan kepada masing-masing penerima manfaat di kedua kabupaten, guna memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dengan baik. ANTARA