**Borneonews - Jakarta**, PT Pembangunan Perumahan (PTPP) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi dan investasi, menegaskan bahwa semua proyek bendungan yang telah diselesaikan memiliki kualitas yang sangat baik. PTPP memastikan bahwa penyelesaian proyek dilakukan tepat waktu tanpa adanya kecelakaan yang terjadi, yang merupakan upaya nyata untuk mencapai *zero accident*.
Direktur Operasi Bidang Infrastruktur PTPP, Yul Ari Pramuraharjo, menyatakan dengan rasa syukur bahwa semua proyek bendungan yang sudah rampung menunjukkan kualitas yang memuaskan. Pernyataannya tersebut disampaikan dalam sebuah keterangan di Jakarta.
Pada hari Kamis, 29 Agustus 2023, Presiden Joko Widodo secara resmi meresmikan Proyek Bendungan Leuwikeris yang terletak di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Proyek ini dikerjakan sepenuhnya oleh PTPP.
Yul Ari menjelaskan bahwa Bendungan Leuwikeris termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah selesai dengan sukses dan memiliki peran penting bagi masyarakat di sekitarnya. Proyek ini merupakan salah satu inisiatif strategis yang menunjukkan komitmen PTPP dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Khususnya di Provinsi Jawa Barat, PTPP bertanggung jawab atas pengerjaan paket 1, paket 6, dan paket 7 dari Bendungan Leuwikeris, di mana total nilai kontrak mencapai Rp1,61 triliun. Proyek ini juga turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dengan menyerap tenaga kerja sekitar 590 orang dari masyarakat setempat.
Bendungan Leuwikeris, berjarak 135 km dari Kota Bandung, memiliki berbagai fungsi penting antara lain sebagai sumber irigasi yang menyuplai kebutuhan jaringan irigasi D.I Lakbok Utara di Ciamis seluas 6.600 hektar dan D.I Manganti di Cilacap seluas 4.616 hektar. Selain itu, bendungan ini juga memiliki kapasitas cadangan air baku sebesar 845 liter per detik, memberikan kontribusi untuk mereduksi risiko banjir, serta berperan sebagai pembangkit listrik dengan kapasitas 2 x 10 MW. Manfaat lainnya meliputi sektor pariwisata, perikanan, dan konservasi air tanah.
Dengan kapasitas tampung mencapai 81 juta meter kubik dan luas genangan sebesar 243 hektar, bendungan ini menjadi sarana vital bagi pengelolaan sumber daya air di daerah tersebut.
Dalam sambutannya pada acara peresmian, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia turut menyampaikan bahwa Bendungan Leuwikeris, yang dibangun sejak tahun 2016, adalah bendungan dengan biaya konstruksi termahal di antara 44 bendungan yang telah diresmikannya, dengan total biaya mencapai Rp3,5 triliun.
Presiden Joko Widodo juga menggarisbawahi bahwa bendungan ini tidak hanya memiliki luas genangan dan volume daya tampung yang signifikan, tetapi juga menyumbang manfaat besar bagi masyarakat, terutama di bidang irigasi air baku dan lain-lain yang sangat dibutuhkan di Provinsi Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan testimoni positif mengenai kualitas produk yang dihasilkan oleh PTPP dalam proyek Bendungan Leuwikeris.
ANTARA
PTPP Pastikan Kualitas Bendungan Leuwikeris Terbaik untuk Masyarakat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PSI Barito Timur Turun ke Jalan, Bantu Warga Hadapi Kabut Asap Karhutla
Pemko Tidak Kewalahan Tangani Karhutla, Fokus Hadapi Kondisi di Lapangan
Penundaan TKA Kalteng jadi Kesempatan Perdalam Materi
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Komentar (0)
Memuat komentar…







