JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, dalam sesi wawancara yang disiarkan oleh CNN pada hari Kamis, mengungkapkan rencananya untuk menunjuk seorang anggota dari Partai Republik jika ia berhasil memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat yang dijadwalkan pada bulan November mendatang. Harris menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah untuk menunjukkan komitmennya dalam menjadi presiden yang mewakili seluruh masyarakat Amerika. Ia menekankan pentingnya menciptakan kabinet yang inklusif, yang tidak hanya terdiri dari anggota partainya sendiri. Hal ini diharapkan dapat menciptakan jembatan antara berbagai kelompok politik dan menunjukkan keseriusan Harris untuk melayani kepentingan semua warga negara. Namun, meskipun Harris memberikan gambaran tentang rencananya, ia tidak merinci siapa saja yang sedang dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut dalam kabinetnya. Pada saat wawancara, CNN mengumumkan bahwa tayangan lengkap wawancara dengan Harris akan disiarkan pada pukul 9 malam waktu setempat. Sebagai tambahan, laporan juga menyebutkan bahwa pemerintahan Trump sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan beberapa politisi yang berasal dari latar belakang politik yang berbeda. Di antaranya adalah mantan anggota Partai Demokrat, Robert F. Kennedy Jr. dan Tulsi Gabbard, yang belakangan ini masing-masing menyatakan dukungan untuk calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump. Dengan mengusung pendekatan yang mengutamakan kolaborasi lintas partai, Harris berharap bisa membawa perubahan positif bagi masyarakat AS jika terpilih sebagai presiden. ANTARA