BENGKULU –
**Borneonews - Bengkulu**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu kembali menerima berkas pendaftaran pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yaitu Benny Suharto dan Fahrizal. Mereka berencana untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2024. Pasangan Benny Suharto tersebut mendapat dukungan dari berbagai partai politik. Beberapa partai yang mengusung mereka antara lain Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Bulan Bintang (PBB). Selain itu, dukungan juga datang dari Partai Buruh, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garda Republik Indonesia (Garuda), Partai Ummat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ketua KPU Kota Bengkulu, Rayendra Firasad, menyampaikan bahwa hingga tanggal 29 Agustus 2024, terdapat lima pasangan bakal calon yang telah mendaftar untuk mengikuti Pilkada. Ia menambahkan bahwa saat ini KPU tengah melakukan penelitian dokumen untuk memastikan keakuratan data yang telah diserahkan oleh para calon. Kelima pasangan yang telah mendaftar sejak tanggal 27 hingga 29 Agustus 2024 akan menjalani tahapan selanjutnya, yaitu pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang berada di Kota Bengkulu. Lebih lanjut, Benny Suharto mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dia juga menargetkan pengembangan Kota Bengkulu sebagai destinasi wisata yang menarik. Sebelumnya, diketahui bahwa empat pasangan bakal calon telah lebih dahulu mendaftarkan diri ke KPU Kota Bengkulu. Pasangan tersebut antara lain Ariyono Gumay dan Harialyyanto Nurcahyo Ardhi yang mendaftar melalui jalur independen. Kemudian, Deddy Wahyudi dan Rony Tobing didukung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Selain itu, ada Dedy Ermansyah dan Nuragiyanti Dewi Permatasari yang didukung oleh tiga partai, yakni Partai Demokrat, Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pasangan terakhir yang mendaftar adalah Dani Hamdani dan Sukatno, yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). ANTARA