BORNEOENWS, Palangka Raya - Sejumlah daerah di Kalimantan Tengah mulai bermunculan titik panas (hot spot) kebakaran hutan dan lahan. Namun tidak di Kota Palangka Raya. Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli menegaskan sampai saat ini belum ditemukan adanya titik panas.
"Khusus wilayah Palangka Raya belum ada hotspot satupun. Dan begitu kita mendengar katanya ada titik hotspot, kita langsung melakukan pengecekan. Tapi ternyata tidak ada," kata Lili Warli kepada wartawan, Selasa (12/7/2016).
Dia menuturkan, dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, polisi tidak bekerja sendirian. Tapi tergabung dalam tim terpadu. Kemudian untuk pemantauan titik panas sendiri menggunakan satelit Terra Aqua.
"Satelit juga belum ada mendeteksi adanya titik panas. Kita memonitor terus. Dan jika ada informasi ada salah satu lahan yang terbakar, polisi akan datang ke TKP bersama TNI, masyarakat dan manggala aqni," katanya.
Meski masih aman, Lili Warli menyebut bukan berarti polisi hanya sebatas menunggu. Pihaknya tetap turun ke lapangan dengan menerjunkan 30 personil Babinkamtibmas masing-masing satu personil per satu kelurahan. Tujuannya yakni memberikan pencerahan plus pemasangan spanduk mengenai larangan pembakaran hutan dan lahan.
"Kita memberdayakan Babinkamtibas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Tadi sudah kita sampaikan lagi agar lebih giat. Spanduk larangan keras membakar hutan dan lahan juga akan kita pasang," ungkapnya.
Menurut Kapolres, tidak adanya titik panas sampai saat ini berkat keberhasilan kerja keras tim terpadu. Di samping itu, juga gencar memberikan imbauan mengenai larangannya.
"Bisa juga masyarakat sadar apa akibatnya apabila melakukan pembakaran," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/m)








