JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ridwan Kamil dan Suswono resmi menjadi calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah penutupan pendaftaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI pada tanggal 29 Agustus. Kedua nama tersebut sangat dikenal publik karena latar belakang mereka yang melibatkan jabatan strategis di pemerintahan. Ridwan Kamil sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dan merupakan anggota Partai Gerindra, sementara Suswono pernah mengemban tugas sebagai Menteri Pertanian di bawah Partai Keadilan Sejahtera. Pasangan ini maju bersama berkat dukungan dari koalisi yang kuat yang melibatkan 14 partai politik dalam suatu bentuk gabungan yang dikenal dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Partai-partai yang mendukung mereka adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Garuda, Partai Gelora, Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang, dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Proses pelaksanaan pemilihan ini diatur dalam Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024 yang mengatur Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk tahun 2024. Ridwan Kamil, yang akrab disapa RK, mengungkapkan bahwa dukungan koalisi ini merupakan langkah untuk mencapai rekonsiliasi pasca-Pemilu 2024. Pada tanggal 28 Agustus, pasangan ini ditemani oleh pendukungnya untuk mendaftar di kantor KPU DKI. Mereka mengenakan pakaian tradisional Betawi, termasuk peci hitam, kemeja putih, celana batik cokelat, serta sarung berwarna oranye. Kedatangan mereka untuk mendaftar menandakan langkah baru untuk menangani isu-isu klasik di Jakarta, seperti banjir, daerah kumuh, serta polusi yang terus menjadi permasalahan. Berikut adalah ringkasan profil untuk lebih mengenal kedua calon pemimpin dalam menyongsong masa depan Jakarta setelah tidak lagi berstatus sebagai ibu kota. **Pemimpin Milenial** Mochamad Ridwan Kamil merupakan sosok arsitek berpengalaman yang juga memiliki latar belakang akademis yang kuat. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat pada 4 Oktober 1971. Studi arsitekturnya diselesaikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1995, kemudian melanjutkan pendidikan S-2 di Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Urban Design antara tahun 1999 hingga 2001. Setelah menyelesaikan pendidikan pascasarjana, Ridwan Kamil mengawali kariernya sebagai arsitek di beberapa firma di Amerika Serikat. Ia kemudian kembali ke tanah air dan menjadi pengajar di ITB selama 14 tahun, di mana ia mengajar di Program Studi Teknik Arsitektur. Sebelum menjabat sebagai Gubernur, ia juga pernah memimpin sebagai Wali Kota Bandung antara tahun 2013 hingga 2018, di mana salah satu program inovatifnya adalah mendirikan Bandung Command Center untuk mengatasi kemacetan dan menciptakan kota yang lebih cerdas. Pada tahun 2023, Ridwan berinisiatif untuk mengusulkan pembentukan delapan daerah otonomi baru, yakni Kabupaten Bogor Barat, Kabupaten Sukabumi Utara, Kabupaten Garut Selatan, Kabupaten Bogor Timur, Kabupaten Indramayu Barat, Kabupaten Cianjur Selatan, Kabupaten Tasikmalaya Selatan, dan Kabupaten Garut Utara. Selain itu, kepemimpinannya di Jawa Barat juga ditandai dengan banyaknya pembangunan masjid, termasuk Masjid Al-Jabbar. Ridwan Kamil memanfaatkan kekuatan media sosial untuk berinteraksi dengan masyarakat. Ia juga semakin populer di kalangan generasi muda, termasuk tampil di film *Dilan 1991* yang menambah popularitasnya. **Suswono, Politikus Senior** Sebagai seorang akademisi, Suswono memulai kariernya di Universitas Ibnu Khaldun Bogor sebagai dosen tetap dari tahun 1984 hingga 2022. Selanjutnya, ia mengarungi dunia politik dengan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI selama periode 2004 hingga 2009 yang fokus pada aspek pertanian dan kelautan. Pada tanggal 22 Oktober 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Pertanian. Kini, sebagai pasangan Ridwan Kamil dalam Pilkada DKI Jakarta dengan motto “Jakarta Baru, Jakarta Maju”, Suswono menarik perhatian publik. Menurut survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Ridwan Kamil menunjukkan kecenderungan untuk unggul di kalangan pemilih etnis Sunda dan ibu rumah tangga, meskipun persaingan di kalangan pemilih perempuan, lansia, dan lulusan SLTA cukup ketat. Survei tersebut melibatkan 500 responden yang dipilih secara acak dari database survei tatap muka sebelumnya, untuk memberikan gambaran representatif mengenai pemilih Jakarta. **Janji “Jakarta Baru”** Ridwan Kamil optimis bahwa kolaborasinya dengan Suswono mampu menghadirkan perubahan positif bagi Jakarta pasca-perpindahan ibu kota ke IKN di Kalimantan Timur. Mereka berkomitmen untuk melanjutkan dan meningkatkan kinerja gubernur sebelumnya dalam pembangunan kota. Ridwan mengajak para arsitek untuk berkontribusi aktif melalui program “satu kelurahan satu arsitek” guna menangani kawasan kumuh di Jakarta. Rencana mereka juga mencakup pembangunan apartemen di atas pasar dan rumah susun, serta menciptakan lebih banyak ruang publik untuk anak muda, agar mereka tidak terpaku pada pusat perbelanjaan. Dalam bidang pendidikan, mereka berikrar untuk memastikan tidak ada anak-anak di Jakarta yang putus sekolah. Salah satu solusi jangka panjang yang diusulkan Ridwan untuk mengatasi masalah banjir adalah proyek pembangunan *giant sea wall* untuk mengurangi risiko banjir rob di Jakarta Utara. Ia menyebutkan kerjasamanya yang pernah dilakukan dengan Presiden Jokowi dalam membangun dua waduk di Bogor untuk mengatasi banjir di DKI Jakarta. Akhirnya, pasangan ini juga memberikan dukungan penuh kepada kemajuan olahraga, termasuk klub sepak bola asal Jakarta, Persija, serta penggemarnya, The Jakmania. Dalam sebuah pertemuan dengan media, RK dan Suswono meminta untuk dikenal sebagai "Rido", yang memiliki makna meminta ridho dari Allah SWT melalui upaya mereka yang berlandaskan ajaran agama. Persaingan antara pasangan Ridwan Kamil-Suswono dan kandidat lain seperti Pramono Anung-Rano Karno serta calon independen Dharma Pongrekun diharapkan memberikan dinamika menarik. Meskipun Jakarta tidak lagi berstatus sebagai ibu kota, kota ini tetap akan menjadi barometer penting dalam politik nasional. Keberagaman dan kompleksitas masalah yang dihadapi Jakarta menuntut setiap pasangan calon untuk menyodorkan visi dan program yang konkret untuk menyelesaikan berbagai tantangan bagi lebih dari 10,6 juta penduduk Jakarta. Siapa pun yang terpilih dalam Pilkada 2024 diharapkan dapat memberikan mandat yang sah untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan kepada semua warga Jakarta. ANTARA