**Borneonews - Banggai**, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah sedang berupaya menanamkan konsep *moderation* dalam beragama kepada para pelajar di Kabupaten Banggai. Ini merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman moderat.
Ketua FKUB Sulteng, Prof. Zainal Abidin, menyampaikan bahwa para pelajar sebagai generasi penerus bangsa perlu mendapatkan penguatan pemahaman mengenai moderasi beragama. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis di kalangan pelajar.
"Kehadiran FKUB di sekolah adalah komitmen kami untuk mengelola keragaman yang terdapat dalam dunia pendidikan melalui pendekatan moderasi beragama," tegasnya saat memberikan penjelasan di Luwuk.
Dalam kegiatan tersebut, FKUB juga melakukan sosialisasi mengenai edukasi untuk mencegah perundungan di sekolah. Sebanyak tiga sekolah di Kabupaten Banggai menjadi sasaran program ini, yaitu SMA Negeri 1 Batui, SMA Negeri Kintom, dan SMP Negeri 1 Batui.
Prof. Zainal menekankan bahwa organisasi yang dipimpinnya berupaya untuk memperkenalkan dan memperkuat wawasan pelajar tentang moderasi beragama. "Ini adalah bagian dari konsistensi FKUB Sulteng dalam mengelola keragaman di dunia pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai pendidikan untuk melindungi pelajar dari pengaruh radikalisme," ungkapnya.
Di hadapan para pelajar, beliau menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang dihuni oleh masyarakat dengan beragam agama, suku, bahasa, dan budaya. Oleh karena itu, pengelolaan keragaman tersebut sangat penting. Pendekatan moderasi beragama menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa perbedaan tidak menjadi sumber konflik dalam kehidupan berbangsa.
"Semua agama dianggap baik oleh pemeluknya, begitu juga dengan bahasa dan suku. Oleh karena itu, kita tidak boleh saling menghina agama, suku, bahasa, dan budaya satu sama lain," tutur Guru Besar UIN Datokarama Palu ini.
Dengan demikian, moderasi beragama sebagai suatu pendekatan dalam beragama yang moderat dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas kerukunan antarumat beragama. Ini sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
ANTARA
FKUB Sulteng Tanamkan Moderasi Beragama kepada Pelajar di Banggai
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Komentar (0)
Memuat komentar…







