**Borneonews - Denpasar** Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyampaikan bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara selama berkunjung ke Indonesia di tahun 2024 diperkirakan mencapai 1.500 dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp23,1 juta per kunjungan dengan asumsi kurs Rp15.459 per dolar AS.
Dalam keterangan yang disampaikannya, Sandiaga menekankan bahwa angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 50 persen dibandingkan dengan kondisi sebelum terjadinya pandemi COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Sandiaga saat menghadiri Konferensi Internasional Kualitas Pariwisata ke-1 yang diadakan di Sanur, Bali.
Sandiaga juga menjelaskan bahwa peningkatan dalam pengeluaran wisatawan mancanegara ini dapat dicapai melalui pengembangan konsep 3S, yaitu *serenity*, *spiritual*, dan *sustainability* (ketenangan, spiritual, dan keberlanjutan). Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya fokus yang diterapkan adalah pada konsep 3S yang berbeda, yaitu *sun*, *sea*, dan *sand*.
Dalam hal jumlah kunjungan, Menteri Sandiaga memperkirakan bahwa hingga bulan Agustus tahun ini, Indonesia telah menerima sekitar 13 juta wisatawan asing. Menariknya, rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara di Indonesia per bulan Mei 2024 tercatat selama 7,51 malam. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023, yang mencapai 7,87 malam.
Pemerintah Indonesia menargetkan untuk mencapai 17 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2024, dengan harapan sekitar tujuh juta di antaranya akan berasal dari Bali. Untuk mencapai tujuan ini, Sandiaga memaparkan strategi pemasaran pariwisata untuk tahun 2024-2025, yang akan lebih berfokus pada segmentasi pasar wisatawan generasi milenial dan generasi Z.
Lebih lanjut, ditemui dalam strateginya, perhatian juga diberikan kepada kelompok pekerja yang memiliki mobilitas fleksibel (*remote worker*), keluarga muda, pelancong dengan anggaran tinggi, serta pensiunan yang berpotensi menghasilkan pengeluaran besar saat berwisata.
Sandiaga mencatat bahwa generasi Z cenderung lebih mengenal geografi dengan baik, dan keluarga muda sering mencari pengalaman baru di Indonesia yang tidak hanya terfokus pada Bali, tetapi juga pada lima destinasi super prioritas lainnya, seperti Labuan Bajo, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Likupang.
Di sisi lain, pemerintah juga menetapkan ambisi untuk meningkatkan peringkat indeks pariwisata Indonesia, yang saat ini berada di posisi ke-22 di tingkat dunia. Ini merupakan kemajuan yang signifikan dibandingkan dengan posisi sebelumnya yang berada di tempat ke-32.
ANTARA
Peningkatan Pengeluaran Wisatawan Mancanegara di Indonesia 2024
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







