JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Jajaran TNI Angkatan Udara baru-baru ini menyambut kedatangan pesawat *Falcon 8X* kedua yang terdaftar dengan nomor A-0802. Pesawat ini tiba di Apron Skadron Udara 17 yang terletak di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis, 29 Agustus. Menurut keterangan dari siaran pers resmi yang diterima, penyambutan dilakukan secara langsung oleh Panglima Komando Operasi Udara I, Marsekal Muda TNI Mohammad Nurdin. Dalam momen tersebut, Nurdin juga melakukan sejumlah ritual simbolis, termasuk *water salute* dan pemberian kalung bunga untuk kedua pilot dari Dassault serta dua pilot dari TNI AU. Setelah proses penyambutan acara itu berlangsung, Mohammad Nurdin kemudian memasuki pesawat *Falcon 8X* A-0802. Ia melakukan peninjauan secara langsung terhadap komponen mesin dan fasilitas yang terdapat di dalam pesawat. Siaran pers TNI AU mengungkapkan bahwa pesawat yang diproduksi oleh perusahaan Dassault Aviation yang berbasis di Prancis ini akan dioperasikan oleh Skuadron Udara 17 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat tersebut ditugaskan sebagai alat Komando Pengendalian bagi pimpinan TNI dan TNI AU. Diharapkan, dengan hadirnya pesawat ini, TNI AU semakin memperkuat kapasitas tempur udara Indonesia dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI. Pesawat *Falcon 8X* memiliki tiga mesin dan dapat menempuh jarak jelajah hingga 11.945 km. Selain itu, pesawat ini juga dirancang untuk lepas landas dan mendarat di landasan yang memiliki panjang terbatas. Pesawat ini memiliki kokpit yang didesain ulang untuk meningkatkan fungsionalitas dan modernisasi. Kinerja mesinnya pun ditingkatkan dengan fokus pada daya dorong dan efisiensi bahan bakar, disertai dengan tanki bahan bakar yang lebih besar serta struktur baru yang mengoptimalkan performa pesawat. Kecepatan maksimal pesawat ini bisa mencapai 0,9 *mach number*, yang setara dengan lebih dari 500 knots atau sekitar 900 kilometer per jam. Dengan spesifikasi luar biasa ini, *Falcon 8X* diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap operasi udara di Indonesia. ANTARA