**Borneonews - Temanggung**, Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, Ahmad Lutfi, baru-baru ini melaksanakan kegiatan panen raya cabai di Dusun Klumpit, Desa Nampirejo, Kabupaten Temanggung. Dalam acara ini, ia didampingi oleh Penjabat Bupati Temanggung, Hary Agung Prabowo.
Dalam pernyataannya, Ahmad Lutfi mengungkapkan harapan pemerintah agar komoditas cabai tidak hanya diperlakukan sebagai tanaman pokok rakyat tetapi juga dapat diekspor ke berbagai negara. Ia mencatat bahwa potensi pasar cabai Indonesia bisa mencapai negara-negara seperti Belanda dan Amerika Serikat. Dengan optimisme tinggi, ia menekankan bahwa cabai dari Indonesia dapat bersaing secara luas dengan kualitas yang diharapkan.
Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 650 perwakilan petani dari berbagai desa di Kabupaten Temanggung. Lutfi berharap agar cabai yang dihasilkan tidak hanya dikenal karena rasa pedasnya, tetapi juga memiliki harga yang stabil sehingga dapat diekspor ke pasar internasional.
Ia juga menyampaikan keprihatinan terkait fluktuasi harga cabai yang sering terjadi. Dalam hal ini, Ia berharap adanya kolaborasi yang lebih baik antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk mengatasi masalah tersebut.
Di kesempatan yang sama, Penjabat Bupati Temanggung, Hary Agung Prabowo, menyatakan bahwa saat ini adalah periode panen raya cabai di daerahnya. Menurutnya, stok cabai di Kabupaten Temanggung saat ini sangat melimpah. Ia mencatat bahwa luas lahan tanam cabai pada tahun 2021 mencapai 2.700 hektare dan mengalami peningkatan signifikan menjadi 9.505 hektare pada tahun 2023.
Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa hingga Juli 2024, luas lahan untuk tanaman cabai keriting mencapai 1.603,5 hektare, untuk cabai rawit seluas 3.078 hektare, dan luas untuk cabai besar mencapai 1.138 hektare. Ia juga menambahkan bahwa di Desa Nampirejo, yang dijadikan sebagai demplot cabai, sudah dilakukan panen sebanyak 10 kali, padahal biasanya bisa mencapai hingga 35 kali panen dalam satu tahun.
Bupati berharap agar harga jual cabai tetap tinggi meskipun saat ini harga mengalami fluktuasi, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Semoga produksi cabai ini dapat memberikan hasil yang optimal bagi para petani di wilayah tersebut.
ANTARA
Panen Raya Cabai di Temanggung, Potensi Ekspor Kian Terbuka
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







