JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa vaksin untuk cacar monyet atau *Monkeypox* (Mpox) ditujukan kepada kelompok tertentu, seperti individu yang mengidap *human immunodeficiency virus* (HIV). Menurutnya, infeksi ini tidak menyebar secara luas dan biasanya hanya terjadi di komunitas tertentu. "Vaksin Mpox kami berikan kepada mereka yang terjangkit virus HIV. Penularan Mpox tergolong langka dan terjadi dalam kelompok tertentu. Jadi, kami akan fokus menyasar masyarakat di kalangan tersebut dan juga akan mendistribusikan vaksin melalui rumah sakit swasta," tuturnya saat ditemui di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Budi menekankan bahwa saat ini persediaan vaksin Mpox terbilang cukup aman. Ia meminta masyarakat untuk tetap mematuhi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). "Persediaan vaksin itu tetap aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Yang terpenting adalah menjaga perilaku yang baik, mengingat penularan Mpox bisa terkait dengan HIV," jelasnya. Dalam konteks antisipasi wabah Mpox, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan bahwa lembaga legislatif akan bekerja sama dengan pemerintah untuk mencegah potensi penyebaran virus ini, terutama dalam kegiatan Forum Indonesia-Afrika yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada tanggal 1–3 September 2024. "Saya mendapat informasi bahwa pemerintah sedang menyusun langkah-langkah untuk mengantisipasi wabah *Monkeypox*. Kami di DPR siap bersinergi dalam upaya pencegahan ini," kata Puan. Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Dr. dr. Hanny Nilasari, mengingatkan pentingnya penerapan pola hidup bersih untuk menghindari risiko penularan virus *Monkeypox*. Ia menggarisbawahi bahwa menjaga asupan gizi yang baik, kebersihan tangan, serta menghindari kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi merupakan langkah-langkah kunci yang harus dianggap serius oleh masyarakat. "Masyarakat perlu waspada dan hati-hati agar penyakit zoonosis, yang merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia dan kemudian menyebar antar manusia, tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas," tutupnya. ANTARA