BORNEONEWS, Sampit - Meski lebaran telah berlalu, namun harga jual daging sapi di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit masih terbilang tinggi, yakni Rp130.000/kg.
Hal itupun berdampak langsung dengan penjualan daging sapi di pasar itu berupa sepi pembeli. Los penjualan masih dipenuhi gantungan daging tersebut.
"Semenjak pasca lebaran beberapa hari lalu, penjualan sangat menurun drastis. Dibandingkan jelan Idul Fitri, yang sangatlah laris," ujar Syafrudin, penjual daging sapi di PPM, Selasa (12/7/2016).
Syafrudin juga mengaku bahwa ia harus membuka kiosnya hingga sore hari, agar dua ekos sapi yang sudah dia potong untuk hari ini bisa terjual habis. Sedangkan untuk harga Rp130 ribu tersebut merupakan harga limit terendah yang bisa mereka lakukan. Itupun untuk keuntungan penjualan sangat tipis.
Kondisi yang sama juga terjadi dengan penjualan daging ayam. Harga daging ayam juga masih bertahan Rp32.000/kg. Harga itu juga merupakan yang terendah dan keuntungan yang sangat tipis.
"Hal itu kami lakukan agar dagangan yang kami jual bisa tetap laku," ujar Sitah, penjual daging ayam di PPM. (M HAMIM/m)








