BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Gudang penyimpanan barang bekas di Transmart yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Serang, Banten, mengalami kebakaran pada siang hari Jumat. Insiden tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.50 WIB. Dicky Hermawan, yang menjabat sebagai Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kota Serang, menyatakan bahwa pihaknya segera menerima informasi terkait kebakaran tersebut. Petugas pemadam kebakaran kemudian mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan di sekitar lokasi. Mereka mengamankan area dalam sebelum berlanjut ke pengamanan area luar. Dalam upaya memadamkan api, sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Di antara unit tersebut, satu datang dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Serang, sementara empat unit lainnya berasal dari Pemadam Kebakaran Kota Serang. Hingga saat ini, penyebab pasti dari kebakaran tersebut masih belum dapat dipastikan. Dicky menambahkan bahwa pihak pengelola juga belum mengetahui dengan jelas tentang asal mula musibah ini, mengingat gudang yang terbakar adalah tempat penyimpanan palet kayu. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam. Meskipun demikian, para petugas mengalami sejumlah kendala saat berupaya memadamkan kobaran api tersebut. Kendala ini disebabkan oleh adanya palet yang terbuat dari plastik, yang membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Dicky mencatat, "Satu jam berhasil dipadamkan. Material kayu agak sulit dan ada palet plastik yang meleleh. Namun, alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini." Sementara itu, salah satu karyawan Transmart, Wahyudin, mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 12.30 WIB, ketika para karyawan sedang beristirahat. Ia melihat seorang tukang parkir yang menunjukkan kepulan asap hitam dari arah gudang. Wahyudin menjelaskan bahwa gudang tersebut digunakan untuk menyimpan aset-aset bekas yang sudah tidak terpakai lagi, termasuk palet kayu dan plastik. Sebelum kedatangan petugas pemadam, beberapa karyawan sempat berusaha memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (*Fire Extinguisher*). "Karyawan semuanya keluar gedung, dan kita juga sempat berusaha memadamkan api menggunakan *Fire Extinguisher*," imbuh Wahyudin. Situasi ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan dan penanganan kebakaran, terutama di area yang memiliki potensi risiko seperti penyimpanan barang-barang bekas. ANTARA