JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Badan Pangan Dunia, yang dikenal sebagai *Food and Agriculture Organization* (FAO), mengamati potensi besar dari program makan bergizi gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Pertanian setelah Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, memberikan penghargaan tertinggi di bidang pangan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Amran mengatakan, "Beliau melihat potensi Indonesia sangat luar biasa. Ia juga menyatakan, 'Insya Allah, ke depan ini bisa lebih baik daripada sekarang,' seperti yang disampaikan oleh FAO." Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kerja sama dengan FAO terkait program makan bergizi gratis, Amran menjelaskan bahwa pembahasan tentang hal ini sudah dilakukan secara tidak langsung. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya mendorong sektor pertanian, termasuk hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan, untuk mendukung keberhasilan program tersebut. Di sisi lain, Menteri Pertanian menambahkan bahwa FAO tidak memberikan catatan atau komentar khusus yang harus diperhatikan untuk program makan bergizi gratis yang akan dilaksanakan oleh pemerintahan yang baru. "Alhamdulillah, tidak ada catatan," ujarnya menekankan. Dalam kesempatan sebelumnya, Amran menyatakan bahwa Kementerian Pertanian siap memberikan dukungan penuh kepada program makan bergizi gratis yang direncanakan oleh pemerintah baru periode 2024-2029. Dukungan ini mencakup peningkatan produksi daging dan kolaborasi dengan pengusaha besar untuk mendukung proses hilirisasi. "Persiapan termasuk dalam hal peningkatan produksi daging dan proses hilirisasi yang kami jalin dengan para pengusaha besar," jelasnya. Dia menambahkan bahwa keterlibatan dari pihak pengusaha sangat krusial untuk mempercepat implementasi program yang diinginkan oleh presiden terpilih. Meskipun demikian, ia juga menyampaikan harapannya agar Kementerian Pertanian mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp68 triliun untuk menunjang semua kegiatan tersebut. ANTARA