**Borneonews - Bandarlampung**, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Panjang tengah mengintensifkan pengawasan untuk mencegah masuknya penyakit *monkeypox* (Mpox) atau cacar monyet ke Provinsi Lampung. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif di wilayah yang berperan sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera.
Kepala BKK Kelas I Panjang, Sulistyono, menjelaskan bahwa penyakit *monkeypox* sebenarnya sudah dikenal sejak sekitar dua tahun lalu. Dari tahun 2022 sampai saat ini, kasus yang tercatat di tingkat nasional berjumlah 88 orang, semuanya telah dinyatakan sembuh. Mengingat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan situasi ini sebagai salah satu darurat kesehatan, BKK Kelas I Panjang merasa perlu untuk memperketat pengawasan.
Dalam konteks ini, BKK Kelas I Panjang telah meningkatkan langkah-langkah pengawasan, khususnya untuk memastikan bahwa cacar monyet tidak masuk ke Lampung. Kegiatan transportasi di daerah ini umumnya didominasi oleh perjalanan domestik melalui Bandara Radin Inten dan Pelabuhan Bakauheni. Meskipun volume perjalanan dari luar negeri di Bandara Soekarno Hatta telah disaring, BKK tetap merasa perlu untuk meningkatkan kewaspadaan di pintu-pintu transportasi di Lampung.
Tim surveilans telah disiapkan dan bertugas untuk melakukan pengawasan serta melaporkan hasil sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada. Tim ini akan bertugas di berbagai simpul transportasi, seperti di Bandara Radin Inten yang memiliki petugas sebanyak 10 orang dari pagi hingga penerbangan terakhir pukul 19.00 WIB. Sementara itu, di Pelabuhan Bakauheni, petugas berjaga selama 24 jam dengan jumlah yang lebih banyak, dan di Pelabuhan Panjang akan menyesuaikan dengan jadwal kedatangan kapal.
Untuk mendukung upaya pengawasan di Bandara Radin Inten, pengoperasian *thermal scanner* dan pengamatan visual terhadap tanda-tanda serta gejala cacar monyet juga telah dilakukan. Sulistyono menambahkan bahwa pengawasan kini akan dilakukan secara maksimal, mengingat pihaknya telah dilengkapi dengan tenaga pengawas yang memadai, dokter, serta ambulans. Peralatan dan reagen untuk pemeriksaan sampel juga telah disiapkan.
Sebagai langkah tambahan dalam mencegah penyebaran penyakit cacar monyet, pemerintah pusat juga telah menerapkan *SATUSEHAT Health Pass* di Bali dan Jakarta. Program ini dirancang untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat bagi pelaku perjalanan langsung dari negara-negara yang terjangkit.
Sulistyono menegaskan bahwa sampai saat ini, Lampung tergolong masih aman. Mayoritas perjalanan di wilayah ini adalah perjalanan domestik, meskipun kewaspadaan dini tetap harus diutamakan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi ancaman kesehatan.
ANTARA
Peningkatan Pengawasan Cegah Masuknya Cacar Monyet di Lampung
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Menteri UMKM: Ojol Bisa Akses KUR untuk Beli Motor dan Modal Usaha
Akademisi Soroti Kemarau Panjang dan Lahan Gambut dalam Karhutla Kalteng
IPLM dan Perpustakaan Sekolah
Rumah Bruno Fernandes Dirampok saat MU Kalah 1-4 dari Como 1907
Kemenkes: Tujuh Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Kategori Udara Berbahaya
Truk Kontainer Tabrak Kios di Muara Selan Banjar, Dua Orang Luka
Komentar (0)
Memuat komentar…







