BORNEONEWS, Sampit - Pipa PDAM milik Tirta Dharma Sampit yang berada di Jl S Parman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim, rusak parah. Ini akibat truk B 9995 UDE yang dikendarai Amin bermuatan kopra (kelapa parkir di tepi jalan tersebut, Selasa (12/7/2016).

Pecahnya pipa PDAM ini membuat pasokan air ke rumah-rumah masyarakat yang berada di area tersebut terhambat. Air tidak mengalir sama sekali.  

Kepala Seksi Distribusi PDAM Sampit Suripto mengatakan, akibat pecahnya pipa itu, membuat aliran air ke rumah warga terhambat. Namun pihaknya akan segera melakukan perbaikan karena tentu hal itu akan membuat masyarakat kesusahan untuk mandi, cuci, dan lainnya.

“Kami segera memperbaiki kerusakan ini. Karena air adalah kebutuhan masyarakat banyak,” ujar Suripto.

Suripto menerangakan kejadian serupa sudah sering terjadi di jalan tersebut. Padahal pihaknya sudah mengimbau agar truk bermuatan besar tidak boleh parkir di tepi jalan itu. Namun masih saja ada yang ngeyel, dan alhasil membuat kerusakan pada pipa PDAM itu.

Dengan adanya hal itu, Suripto mengatakan, pemilik truk akan mendapatkan sanksi dengan ulahnya tersebut. Kerugian dan kerusakan harus diganti oleh yang bersangkutan. Pipa yang ada di jalan itu berkedalaman 1.200 cm, dengan diameter delapan inci dan empat inci.

Kerusakan itu terjadi setelah truk yang diduga melebihi tonase muatan delapan ton tersebut berhenti di Jl S Parman, tepatnya di depan SDN III Mentawa Baru Hulu. Hanya sekitar 10 menit, truk itu langsung amblas dan membuat pipa bocor.

Bocornya pipa tersebut membuat air PDAM meluap kepermukaan, bahkan menggenangi jalan tersebut. Ratusan rumah warga yang berada di tempat itupun tidak teraliri air. Sehingga masyarakat hanya berharap agar perbaikan cepat selesai.

“Mudah-mudahan perbaikan dapat segera selesai, karena air sangat kami butuhkan,” harap Mashud. (M HAMIM/m)