**Borneonews - Jakarta**, Peneliti yang berafiliasi dengan Konservasi Indonesia, Iqbal Herwata, baru-baru ini mengungkapkan bahwa hiu paus (*Rhincodon typus*), sebagai salah satu spesies yang berisiko punah, menghadapi berbagai ancaman, salah satunya adalah kegiatan pariwisata yang tidak bertanggung jawab.
Pada acara peringatan Hari Hiu Paus Internasional yang berlangsung di Jakarta, Iqbal menjelaskan bahwa pariwisata yang terfokus pada spesies ikan terbesar di dunia ini semakin berkembang secara global, termasuk di kawasan Indonesia. Menurut estimasi, nilai industri pariwisata yang berkaitan dengan hiu paus di seluruh dunia mencapai lebih dari 42 juta dolar AS, atau sekitar Rp649 miliar. Namun, kegiatan pariwisata yang tidak dikelola dengan baik dapat memberikan dampak buruk bagi hiu paus yang tergolong rentan menurut Daftar Merah IUCN.
Iqbal menambahkan bahwa di beberapa lokasi di Indonesia bagian timur, masih terjadi praktik perburuan tidak hanya terhadap hiu paus, tetapi juga terhadap berbagai hewan besar lainnya. Ancaman dari pariwisata yang tidak bertanggung jawab menjadi salah satu faktor yang turut membahayakan keberadaan spesies ini. Peringatan Hari Hiu Paus Internasional yang dirayakan setiap tanggal 30 Agustus menjadi momentum untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga keberlangsungan hidup hiu paus.
Sebagai spesies yang dilindungi, interaksi antara wisatawan dan hiu paus memerlukan edukasi spesifik yang harus disosialisasikan di masing-masing lokasi wisata. Hal ini penting untuk memastikan kelestarian populasi hiu paus. Iqbal juga menyoroti adanya insiden hiu paus yang tertabrak kapal, akibat dari tumpang tindihnya jalur migrasi hiu paus dengan rute pelayaran.
Indonesia memiliki beberapa lokasi agregasi penting untuk hiu paus, seperti Teluk Saleh di Nusa Tenggara Barat dan Teluk Cenderawasih di Papua Barat, di mana kehadiran spesies ini menarik perhatian wisatawan. Data yang diperoleh melalui metode penandaan satelit menunjukkan bahwa di Teluk Saleh terdapat sekitar 110 individu hiu paus, di Teluk Cenderawasih terdapat 153 individu, sedangkan di Kaimana, Berau-Talisayan, dan Gorontalo masing-masing tercatat 76, 80, dan 53 individu hiu paus. Upaya untuk melindungi spesies ini harus diperkuat agar keberadaan hiu paus di Indonesia dapat terjaga.
ANTARA
Ancaman Pariwisata Tak Bertanggung Jawab bagi Hiu Paus di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Chelsea Dipermalukan Tottenham Hotspur 0-2 di Stamford Bridge
Ubed ke Final French Open setelah Tundukkan Lanier
Rachel/Febi Gagal ke Final French Open
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







