BORNEONEWAS, Kumai - Kondisi arus balik pasca Idul Fitri 1437 Hijriah di pelabuhan Kumai masih terlihat lengang. Belum ada lonjakan penumpang yang datang dari Pelabuhan Semarang dan Surabaya.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP kelas IV Kumai, Suyanto mengatakan arus balik lebaran di Pelabuhan Kumai masih normal. Kapal Kelimutu dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang yang bersandar Senin (11/7/2016) malam hanya mengangkut 700 penumpang.
"Arus balik hingga saat ini belum ada lonjakan penumpang, proses deparkasi dan embarkasi masih lancar," ungkap Suyanto, Selasa (12/7/2016) siang.
Meski begitu, pihaknya tetap memantau dan melakukan antisipasi apabila terjadi lonjakan penumpang arus balik.
Pemudik Dari Kobar Masih Banyak
Berbeda dari tahun lalu, pemudik tahun ini rupanya masih banyak yang belum berangkat ke kampung halamannya. Tercatat, tahun lalu sebanyaj 28 ribu pemudik berangkat dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai, sedangkan tahun ini hingga H-1 sebanyak 27 lebih pemudik. Sedangkan, pihak KSOP memprediksi, tahun ini jumlah pemudik naik sekitar 20% dari 28 ribu pemudik.
"Dari H+1 sampai H+6 jumlah pemudik sudah ada 30 ribu lebih, sedangkan jumlah arus dari Pulau Jawa ke Kumai melalui jalur laut dari H+1 sampai H+6 sebanyak 1.402 pemudik," kata Suyanto.
Menurut data KSOP, penumpang sebanyak 1.402 pemudik tersebut diangkut oleh KM Egon sebanyak 374 dari Surabaya, KM Satya Kencana lll dari Surabaya 116 penumpang, Kelimutu dari Semarang sebanyak 911, Dharma Kencana ll dari Semarang sebanyak 514 penumpang.
"Jadi total arus balik hingga hari ini sebanyak 1.916 pemudik," (CECEP HERDI/m)
Lonjakan Arus Balik Lebaran Belum Terlihat di Pangkalam Bun
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







