JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Agama Indonesia mempresentasikan berbagai inisiatif dalam pengelolaan dana dan aset filantropi pada forum *G20 Interfaith* yang berlangsung di Brasil pada tanggal 20 Agustus. Dalam acara tersebut, kementerian menguraikan pendekatan Indonesia dalam mengelola zakat dan waqf, yang merupakan instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan dan penanganan kelaparan. Dalam keterangan resminya, kementerian mengemukakan sejumlah praktik terbaik dalam pengelolaan zakat dan waqf. Mereka menyoroti peran kedua instrumen ini dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dengan fokus pada masalah kemiskinan dan kelaparan. Muhibuddin, yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pendidikan, Inovasi, dan Kerja Sama di bidang Zakat dan Waqf, menegaskan bahwa Indonesia berpartisipasi dalam sesi yang berjudul *No Poverty and No Hunger*. Muhibuddin juga menjelaskan bahwa delegasi Indonesia memiliki kesempatan untuk memperkenalkan berbagai inisiatif filantropi nasional, termasuk program Desa Zakat yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemberian zakat guna meningkatkan taraf hidup masyarakat. "Program ini tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menyelenggarakan kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk membantu masyarakat mencapai kemandirian ekonomi," jelasnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya juga memperkenalkan konsep Kota Waqf, Kantor Urusan Agama (KUA) yang fokus pada Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, serta program Inkubasi Waqf Produktif. Menurutnya, kementerian berusaha memanfaatkan dana dan aset wakaf secara optimal, termasuk melalui pengelolaan hutan wakaf, guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. respon dari para peserta sangat positif, mereka menunjukkan ketertarikan terhadap wawasan baru yang dibagikan. "Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan filantropi yang kita lakukan dapat dijadikan sebagai percontohan di tingkat global," tambahnya. Di samping itu, Muhibuddin menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara untuk menghadapi tantangan global seperti kemiskinan dan kelaparan. Ia berharap, melalui berbagai pengalaman yang dibagikan, Indonesia dapat memberikan kontribusi berarti terhadap upaya global dalam mencapai SDGs. Sebagai tambahan, setelah menghadiri forum antaragama tersebut, delegasi kementerian juga mengadakan kunjungan ke Kedutaan Besar Indonesia di Brasil. ANTARA