BORNEONEWS, Muara Teweh - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barito Utara (Barut) mengalami kerugian Rp.512.768.296 per bulan. Pendapatan PDAM sebesar Rp.628.293.642 per bulan, sedangkan beban usaha mencapai Rp.1.141.061.938 per bulan.


“Dengan adanya kerugian tersebut, pihak PDAM mengalami permasalahan atau kendala yang dihadapi seperti terbatasnya daya listrik PLN yang sebelumnya hanya berkapasitas 197 KVA. Ini mengakibatkan tidak optimalnya kapasitas produksi air,” kata Bupati Barito Utara Nadalsyah saat melakukan pemaparan masalah PDAM bersama pimpinan dan anggota DPRD Barut,  di ruang rapat DPRD setempat, Selasa (12/7/2016).

Selain itu juga, pendapatan belum bisa menutup biaya operasional secara penuh atau full cost recovery (FCR). Ini berarti PDAM mengalami kerugian.

Hal ini berdasarkan, hasil audit kinerja PDAM oleh BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah. Pada 2014 harga jual pokok air Rp4.593.16 per meter kubik sedangkan harga jual rata-rata Rp.2.828.75 per meter kubik. Ini artinya merugi Rp1.764.51 per meter kubik.

Ia mengatakan, upaya PDAM saat ini melakukan penambahan daya listrik PLN untuk meningkatkan kapasitas produksi. Ini guna meningkatkan pelayanan pendistribusian air, untuk operasional pompa selain menggunakan listrik PLN juga menggunakan genset.

Sementara untuk penambahan daya listrik PLN dari 197 KVA menjadi 345 KVA harus didahului dengan pengadaan travo listrik kapasitas 400 KVA dan kelengkapannya, pembangunan rumah travo, dan penambahan jaringan listrik.

Bukan hanya itu saja, lanjut bupati, PDAM juga akan melakukan perbaikan jaringan pipa distribusi. Penyusunan penyesuaian tarif air yang didahului dengan peningkatan pelayanan seperti pembangunan instalasi pengolahan air di unit IKK Lahei untuk menggantikan unit produksi yang sudah tidak epektif dan peningkatan kapasitas dari 5 liter perdetik menjadi 20 liter perdetik.

Serta pembangunan instalasi pengolahan air di Unit IKK Lemo untuk menggantikan Unit Produksi yang sudah tidak epektif dan peningkatan kapasitas dari 5 liter perdetik menjadi 10 liter perdetik. Pembangunan Unit IKK Hajak dan Unit IKK Benao dengan kapasitas masing-masing 10 liter perdetik.

“Untuk mengatasi keterbatasan biaya operasional yang dalam waktu dekat PDAM rencana melakukan pinjaman dana pada Bank Kalteng Cabang Muara Teweh sebesar Rp2.850 milyar,” tutupnya. (AGUS SIDIK/m)