JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penurunan pada akhir perdagangan yang berlangsung pada hari Jumat. Penurunan ini terjadi di tengah perhatian pasar yang menunggu rilis data Indeks Harga Belanja Pribadi (*Personal Consumption Expenditures* atau PCE) dari AS. Rupiah ditutup pada posisi Rp15.455 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 31 poin atau setara dengan 0,20 persen jika dibandingkan dengan posisi sebelumnya yang berada di level Rp15.424 per dolar AS. Analis dari Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa pelemahan nilai rupiah dipicu oleh peningkatan imbal hasil obligasi AS, yang tercatat naik menjadi 3,862 dari angka sebelumnya yang berada di 3,836. Selain itu, data mengenai klaim pengangguran di AS juga menunjukkan angka yang lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi pasar. Menurutnya, semua pihak menanti dengan saksama data inflasi PCE yang akan dirilis pada malam harinya. Di sisi lain, data yang mencerminkan klaim pengangguran awal di AS menunjukkan angka sebesar 213 ribu, lebih rendah dari perkiraan 232 ribu dan juga di bawah data yang tercatat sebelumnya sebesar 233 ribu. Di dalam negeri, permintaan terhadap dolar AS terlihat meningkat menjelang akhir bulan, terutama dari pihak badan usaha milik negara (BUMN) yang sedang mempersiapkan pembayaran utang. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan, tercatat pada level Rp15.473 per dolar AS dibandingkan dengan nilai sebelumnya yang berada di Rp15.409 per dolar AS. ANTARA